iklan periskop
Hukum

Lodewyk: Saya Ditunjuk Jadi Waka BGN Lewat Perintah Prabowo Melalui Menhan Sjafrie

Lodewyk Pusung mengungkap kronologi penunjukan dirinya sebagai Wakil Kepala BGN atas instruksi langsung Presiden terpilih Prabowo Subianto, bermula dari program “Makan Siang Gratis...

4 jam yang lalu · 2 mnt baca
Eks Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung
Eks Wakil Kepala BGN sekaligus tersangka korupsi MBG Lodewyk Pusung memberikan pernyataannya melalui Zoom, di PN Jakarta Pusat, Kamis (20/8). Periskop.id/Rachel Farahdiba R
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung mengungkapkan kronologi penunjukan dirinya sebagai pimpinan BGN yang bermula dari instruksi langsung Presiden terpilih Prabowo Subianto melalui Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Lodewyk menceritakan, penugasan itu bermula dari panggilan mendadak pada 3 April 2024 malam yang memintanya menghadap subuh keesokan harinya di Posko Jalan Sisingamangaraja Nomor 1. Ia menegaskan hal ini untuk menunjukkan bahwa posisinya di BGN bukan demi mengejar jabatan.

“Saya datang besoknya jam 4 pagi, dan saya lihat beliau ada di ruangannya. Saya tanya, ‘Pak, kenapa sepi?’ Kata beliau, ‘Memang hanya kamu yang dipanggil.’ Nah, ini saya mempertegas bahwa saya tidak mencari-cari jabatan di BGN,” kata Lodewyk di hadapan majelis hakim PN Jakarta Pusat, Kamis (20/8).

Purnawirawan jenderal bintang dua TNI itu menambahkan, penugasan awal tersebut merupakan instruksi langsung Presiden terpilih dengan memercayakan kursi ketua kepada Burhanuddin Abdullah.

“Kemudian saya duduk, beliau langsung menyampaikan, ‘Bapak Pusung, perintah Presiden terpilih,’ saat itu beliau menyebut 08 karena Bapak Prabowo waktu itu masih Menhan, ‘Perintah 08, kamu jadi Wakil Makan Siang Gratis. Kepalanya Bapak Burhanuddin Abdullah.’ Itu yang saya dengar dari beliau. Itu perintah. Saya tidak bisa menolak karena saya mantan tentara,” ujarnya.

Lodewyk menjelaskan, penunjukan awal tersebut memang mengusung nomenklatur “Wakil Makan Siang Gratis”. Hal ini sesuai dengan program yang dikampanyekan sebelum nama resmi Badan Gizi Nasional (BGN) disepakati.

“Kalau saya sering katakan awalnya itu di BGN ya. Kita mencari-cari namanya pun apa ini, BGN apa. Karena perintahnya itu Wakil Makan Siang Gratis. Kenapa Wakil Makan Siang Gratis? Karena itu yang kita kampanyekan waktu persiapan kampanye, makan siang gratis,” ujarnya.

Lodewyk melanjutkan, posisi Kepala Badan semula ditujukan kepada Burhanuddin Abdullah sebelum akhirnya mengundurkan diri dan digantikan oleh Dadan Hindayana.

Setelah itu, ia bersama Dadan dan staf mulai merumuskan struktur BGN di Gedung Energi SCBD Lantai 10 dengan didampingi tim asistensi yang terdiri dari Sjafrie Sjamsoeddin, Djamhari Chaniago, Didit Herdiawan, serta Bambang Eko.

Lodewyk tercatat resmi diangkat sebagai Wakil Kepala BGN melalui Keputusan Presiden (Keppres) pada 19 Agustus 2024 di era Presiden Joko Widodo, sebelum akhirnya dilantik dan disumpah pada 22 Oktober 2024 pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Saat ini, Lodewyk ditetapkan sebagai tersangka dalam korupsi MBG bersama mantan Kepala BGN Dadan Hindayana (DH) serta mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya (SS).

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Lodewyk Pusung, dan korupsi MBG dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.