Bareskrim: Karhutla Dipicu Kesengajaan, Bukan Hanya El Nino
Bareskrim Polri pastikan karhutla bukan hanya akibat El Nino, melainkan kesengajaan. Puluhan korek api, BBM, dan bibit sawit disita sebagai bukti motif pembukaan lahan murah.

Periskop.id - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memastikan maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan semata-mata dipicu oleh anomali cuaca panas El Nino, melainkan adanya unsur kesengajaan manusia. Hal tersebut dibuktikan melalui penyitaan puluhan korek api hingga bahan bakar minyak (BBM) di lokasi kejadian.
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol. M. Irhamni mengungkapkan, tim gabungan di sembilan kepolisian daerah menyita puluhan pemantik api sebagai bukti utama pembakaran terencana.
“Penyidik telah melakukan penyitaan barang bukti dari 9 polda. Yang pertama adalah 35 buah korek api, ini sebagai alat yang digunakan untuk membakar. Ini bukti bahwa memang terjadi kesengajaan, bukan semata dampak panas El Nino,” kata Irhamni di Mabes Polri, Senin (24/8).
Selain pemantik api, penyidik turut mengamankan berbagai jenis bahan bakar minyak dan pelumas bekas yang digunakan pelaku untuk mempercepat rambatan api di area lahan.
“Kemudian 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik berisi solar. Ini jelas bukti valid yang mendukung proses penyidikan dan penetapan tersangka berdasarkan alat bukti profesional,” jelasnya.
Aparat kepolisian juga menyita puluhan liter BBM lainnya beserta perkakas tajam, gergaji mesin (chainsaw), hingga bibit tanaman perkebunan dari tangan para tersangka.
“Selain itu, 2 jerigen kapasitas 10 liter berisi solar, 2 botol plastik berisi pertalite, 1 botol plastik minyak tanah, 21 parang, 2 kapak, 1 cangkul, 39 batang kayu bekas terbakar, 5 plastik sampel tanah terbakar, 2 unit senso, 13 plastik polybag bekas, 6 batang bibit sawit, serta 1 pasang sepatu boot,” urainya.
Temuan sarana tebas dan bibit sawit mempertegas indikasi motif pembukaan lahan (land clearing) murah dengan memanfaatkan momentum musim kemarau.
“Dari barang bukti yang disita, sangat jelas motif pembakaran adalah pembukaan lahan. Musim panas membuat pembakaran mudah dilakukan, lalu penanaman sawit dilakukan saat musim hujan,” ungkap Irhamni.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan mengeklik tautan.






Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.