iklan periskop
Nasional

Kemlu Pastikan Belum Ada Negara Tetangga Protes soal Karhutla RI

Kemlu RI sebut komunikasi dengan negara tetangga soal dampak karhutla tetap berjalan, sementara belum ada keberatan resmi yang masuk dari kawasan ASEAN.

1 jam yang lalu · 2 mnt baca
karhutla
Sejumlah petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan. dok. Humas Bakom RI.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan komunikasi dengan negara-negara tetangga soal dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap berjalan lancar. Hingga kini, belum ada satu pun negara di kawasan yang melayangkan protes resmi terkait kabut asap yang berdampak ke wilayah mereka.

Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela menjelaskan, koordinasi dengan negara-negara di kawasan berjalan seiring upaya Indonesia menanggulangi karhutla. Ia menyebutkan, langkah diplomasi turut ditempuh lewat pertukaran informasi soal perkembangan situasi di lapangan.

"Komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara di kawasan terus berjalan dengan baik. Langkah diplomasi juga dilakukan dengan terus berbagi informasi mengenai perkembangan situasi karhutla," kata Nabyl, Senin (24/8).

Nabyl menambahkan, pemerintah Indonesia terus menjalankan berbagai langkah penanganan karhutla secara terpadu. Tujuannya untuk meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan, termasuk efeknya ke negara tetangga.

Pemerintah, menurutnya, mengoptimalkan mekanisme tingkat ASEAN untuk memantau dan bertukar informasi soal dampak karhutla. Kerja sama itu berjalan dalam kerangka Kesepakatan ASEAN tentang Polusi Kabut Asap Lintas Batas atau Agreement on Transboundary Haze Pollution.

Nabyl menuturkan, kerja sama tersebut menjadi langkah bersama negara-negara ASEAN untuk memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, dan pencegahan kebakaran. Koordinasi antarnegara juga diperkuat untuk menghadapi risiko kabut asap lintas batas.

Di lapangan, pemerintah RI terus memperkuat pengendalian karhutla di Kalimantan dan Sumatera. Sebanyak 12.880 personel dikerahkan lengkap dengan bantuan alat pemadaman.

Operasi modifikasi cuaca (OMC) turut dijalankan bersamaan dengan pemantauan kualitas udara di kedua wilayah tersebut.

Meski penanganan di lapangan masih terus berlangsung, Nabyl memastikan belum ada keluhan resmi yang masuk dari negara tetangga. Ia menegaskan, komunikasi yang terjalin selama ini belum diikuti pengaduan formal apa pun.

"Hingga saat ini, pemerintah Indonesia masih belum menerima penyampaian keberatan secara resmi dari negara-negara tetangga terkait perkembangan karhutla dan kabut asap," ucap Nabyl.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.