Buntut Kericuhan Pejompongan, Polda Metro Ungkap Kronologi Evakuasi Korban Tewas
Polda Metro Jaya ungkap kronologi evakuasi Bambang Setiawan, warga tewas saat kericuhan Pejompongan. Keluarga menolak autopsi forensik.

Periskop.id - Polda Metro Jaya (PMJ) mengungkapkan kronologi penanganan dan evakuasi seorang warga yang meninggal dunia di tengah kericuhan di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Petugas kepolisian mengevakuasi korban saat situasi bentrokan mulai berangsur terkendali.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan dukacita mendalam atas insiden tewasnya seorang warga dalam kericuhan tersebut.
“Pertama, kami menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam terhadap satu warga yang berpulang,” kata Budi di Polda Metro Jaya, Sabtu (29/8).
Budi menjelaskan, proses evakuasi korban sempat tertunda karena aparat kepolisian harus menunggu hingga situasi bentrokan benar-benar aman bagi tim medis.
“Berawal dari adanya informasi kepada pihak kepolisian, diketahui bahwa di lokasi masih terjadi kerusuhan. Polri harus melihat momentum agar evakuasi aman bagi petugas. Setelah lokasi diamankan, Biddokkes PMJ mengevakuasi seorang laki-laki dalam kondisi pingsan,” jelasnya.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Mintohardjo untuk mendapatkan pertolongan darurat. Namun, korban mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis.
Jenazah kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati pada pukul 23.30 WIB untuk proses identifikasi serta visum luar. Kendati demikian, pihak keluarga menolak dilakukannya autopsi forensik.
“(Jumat) pagi kami bertemu dengan pihak keluarga almarhum, anak kandung. Yang bersangkutan tidak bersedia dilakukan autopsi. Kami tetap mengajukan permohonan agar penyebab kematian diketahui, tetapi ditolak pihak keluarga. Di satu sisi kami empati, sehingga penyidik belum bisa meminta keterangan lebih lanjut,” ungkap Budi.
Korban diketahui bernama Bambang Setiawan (60), seorang pedagang cermin harian di Jalan Pejompongan Raya. Bambang meninggal dunia saat kericuhan meluas ke permukiman Pejompongan pada Kamis (27/8) malam, pasca-aksi demonstrasi di depan Kompleks Parlemen DPR/MPR RI. Korban yang tidak ikut serta dalam unjuk rasa tersebut diduga meninggal akibat dikeroyok sejumlah orang tak dikenal di sekitar lokasi kejadian.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya) dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.