Periskop.id – Pemerintah Mongolia menawarkan sekitar 8.000 peluang kerja bagi warga DKI Jakarta, termasuk di sektor perhotelan dengan kisaran gaji 500 hingga 900 dolar AS. Namun, proses pendaftaran belum dibuka karena masih menunggu izin perekrutan dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia atau KP2MI.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Taufik mengatakan informasi tersebut diperoleh setelah Pemprov DKI menerima audiensi dari perwakilan Mongolia pada pekan lalu.
"Sekarang Mongolia sudah membuka kesempatan untuk warga DKI Jakarta untuk bekerja di Mongolia, jadi lowongan kerjanya sekitar 8.000 orang," kata Taufik dalam pembukaan Jakarta Timur Career Fest dan Bazaar 2026 Gelombang I di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (28/7).
Kesempatan tersebut disiapkan sebagai salah satu alternatif bagi pencari kerja Jakarta di tengah keterbatasan penyerapan tenaga kerja di dalam negeri. Meski demikian, Pemprov DKI menegaskan penawaran itu belum memasuki tahap rekrutmen maupun penempatan.
"Dan saat ini sedang menunggu surat izin perekrutan dari KP2MI, dan September ini akan menempatkan," ujarnya.
Sektor Perhotelan Tawarkan Gaji hingga US$900
Sektor perhotelan menjadi salah satu bidang yang disebut membutuhkan pekerja asal Indonesia. Gaji yang ditawarkan berada pada rentang US$500 hingga US$900, bergantung pada posisi, kompetensi, dan ketentuan pemberi kerja.
Namun, rincian mengenai nama perusahaan, jenis jabatan, jumlah kebutuhan per posisi, durasi kontrak, jam kerja, fasilitas tempat tinggal, biaya keberangkatan, serta komponen potongan gaji belum diumumkan.
Karena itu, calon pekerja diminta menunggu informasi resmi sebelum menyerahkan dokumen atau membayar biaya kepada pihak mana pun. Kepastian mengenai nilai gaji bersih juga perlu dilihat dari kontrak karena angka yang diumumkan belum menjelaskan apakah sudah termasuk atau belum termasuk biaya akomodasi, makanan, asuransi, dan pajak.
Taufik mengatakan kesempatan bekerja di Mongolia dapat dipertimbangkan tanpa mengartikan bahwa Pemprov DKI mengarahkan seluruh pencari kerja untuk pergi ke luar negeri.
"Jadi teman-teman pencari kerja, ini kesempatan, bukan kami mengarahkan pencari kerja untuk bekerja ke luar negeri, tetapi memang saat ini dengan kondisi perekonomian kita saat ini, dan memang peluang kerja di luar negeri memang memungkinkan," jelas Taufik.
DKI Masih Miliki 334 Ribu Penganggur
Peluang kerja di Mongolia muncul ketika Jakarta masih menghadapi tantangan pengangguran. Badan Pusat Statistik mencatat jumlah angkatan kerja DKI pada Februari 2026 mencapai 5,53 juta orang, bertambah 57.640 orang dibandingkan Februari 2025.
Dari jumlah tersebut, sekitar 5,20 juta orang telah bekerja. Tingkat Pengangguran Terbuka Jakarta tercatat 6,03 persen atau setara sekitar 334 ribu orang, turun dari 6,18 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kendati membaik, angka itu masih menunjukkan perlunya perluasan kesempatan kerja bagi warga Jakarta.
"Ini sangat kita harapkan dalam mengatasi pengangguran terbuka di DKI Jakarta yang memang masih di atas rata-rata tingkat nasional," katanya.
Namun, penempatan 8.000 pekerja hanya akan memberi dampak apabila kebutuhan perusahaan dapat dipertemukan dengan keterampilan pencari kerja. Persyaratan bahasa, pengalaman, sertifikasi profesi, kesiapan bekerja di lingkungan berbeda, dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dalam proses seleksi.
Pemprov DKI Siapkan Pelatihan Keterampilan dan Bahasa
Pemprov DKI akan bekerja sama dengan KP2MI untuk meningkatkan kesiapan calon pekerja migran. Pendampingan mencakup keterampilan teknis yang sesuai dengan posisi kerja serta penguasaan bahasa untuk mendukung komunikasi sehari-hari dan pekerjaan.
"Jadi kami ada kerja sama dengan KP2MI untuk peningkatan kapasitas CPMI sendiri, baik itu peningkatan skill (keterampilan) tekniknya maupun peningkatan dalam penguasaan bahasa," ujarnya.
Peningkatan kompetensi diperlukan karena bekerja di sektor perhotelan tidak hanya menuntut kemampuan teknis. Calon pekerja juga perlu memahami pelayanan pelanggan, standar kebersihan, keselamatan kerja, budaya negara tujuan, serta isi kontrak dalam bahasa yang dipahami.
Secara nasional, data SISKOP2MI per 1 Januari 2026 mencatat tersedia 344.453 lowongan kerja luar negeri. Namun, masih terdapat kesenjangan besar antara kebutuhan perusahaan dan kesiapan calon pekerja, khususnya dalam penguasaan bahasa serta keterampilan vokasi.
Pendaftaran Harus Melalui Jalur Resmi
Calon pekerja yang tertarik diminta memastikan lowongan Mongolia nantinya terdaftar di kanal resmi KP2MI. Platform SISKOP2MI menyediakan tahapan mulai dari pembuatan akun berbasis NIK, pencarian lowongan, seleksi, pemenuhan dokumen, Orientasi Pra-Pemberangkatan, hingga penerbitan E-PMI sebagai bukti status resmi pekerja migran.
KP2MI sebelumnya mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja bergaji tinggi yang tidak memiliki kejelasan prosedur maupun perusahaan penempatan.
“Jangan mudah percaya pada calo atau tawaran kerja dengan gaji tinggi tanpa kejelasan prosedur. Calon pekerja migran dapat datang langsung ke BP3MI, atau memeriksa status penempatannya melalui SISKOP2MI. Jangan berangkat sebelum semua proses dinyatakan lengkap dan legal,” kata Fungsional Pengantar Kerja BP3MI Sulawesi Tengah Mariyama.
Pekerja yang berangkat melalui jalur tidak resmi berisiko tidak tercatat dalam sistem sehingga pelindungan negara, jaminan sosial, kepastian kontrak, dan pendampingan ketika menghadapi masalah menjadi tidak maksimal.
Pemprov DKI dan KP2MI masih perlu memfinalisasi izin serta mekanisme perekrutan sebelum penempatan yang ditargetkan mulai September 2026. Hingga informasi resmi diterbitkan, warga disarankan tidak menyerahkan uang, paspor, atau data pribadi kepada pihak yang mengatasnamakan program tersebut.
Tinggalkan Komentar
Komentar