Periskop.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta semakin mengandalkan digitalisasi untuk menarik investor di tengah upaya mempertahankan posisi Jakarta sebagai tujuan investasi terbesar di Indonesia. Salah satu instrumen yang terus dikembangkan adalah JakBizHub, platform yang menggabungkan berbagai data investasi, tata ruang hingga potensi proyek dalam satu layanan.

Kepala Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (JIC) Ezrin Kartika mengatakan platform tersebut dikembangkan bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta agar calon investor tidak perlu mencari informasi investasi secara terpisah.

"Ini platform yang kami terus kembangkan dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP). Fungsinya membantu investor memperoleh informasi investasi secara komprehensif di dalam satu fitur pelayanan," kata Ezrin dalam siniar yang dipantau di Jakarta, Jumat (7/8).

Transformasi digital tersebut diarahkan untuk membangun iklim investasi yang lebih transparan dan berbasis data. Melalui JakBizHub, investor dapat mempelajari profil suatu wilayah sebelum menanamkan modal, termasuk kondisi administratif, nilai lahan, data demografi, daya dukung lingkungan hingga indikator kelayakan tempat tinggal.

Platform tersebut juga menyediakan informasi mengenai ketentuan zonasi dan penggunaan lahan, Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), proyeksi potensi investasi hingga daftar proyek yang dapat dikembangkan di lokasi tertentu.

Menariknya, JakBizHub kini juga dilengkapi fitur "Tanya AI". Berdasarkan laman resmi Jakarta Investment Centre, fitur tersebut dapat memberikan penjelasan otomatis terkait data lokasi, aturan, potensi investasi, interpretasi zonasi hingga rekomendasi berdasarkan pertanyaan pengguna.

Dengan pendekatan tersebut, calon investor dapat melakukan analisis awal sebelum mengambil keputusan investasi tanpa harus menelusuri berbagai dokumen dan sumber data secara manual.

Jakarta Kuasai 17,2% Investasi Nasional

Penguatan layanan digital berlangsung ketika arus modal ke Jakarta mencatat kinerja tinggi. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi investasi Jakarta pada semester I 2026 mencapai Rp173,6 triliun atau sekitar 17,2% dari total investasi nasional. Jakarta pun menempati peringkat pertama realisasi investasi di antara seluruh provinsi.

Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp106,5 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp67,1 triliun. Jakarta unggul Rp35,5 triliun dibandingkan Jawa Barat yang berada di posisi berikutnya dengan realisasi investasi Rp138,1 triliun.

Secara nasional, BKPM mencatat realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.010,6 triliun selama semester I 2026. Angka itu tumbuh 7,2% secara tahunan dan telah mencapai 49,5% dari target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Investasi tersebut juga menghasilkan penyerapan sekitar 1,45 juta tenaga kerja secara langsung.

Kepala DPMPTSP DKI Jakarta Heru Hermawanto menilai capaian Jakarta menunjukkan kepercayaan pelaku usaha masih terjaga.

"Pencapaian ini menunjukkan bahwa Jakarta tetap menjadi tujuan utama investasi di Indonesia. Kepercayaan investor yang terus meningkat merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, didukung arah kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono yang menempatkan kemudahan investasi dan pelayanan publik sebagai prioritas pembangunan," ujar Heru.

Selain JakBizHub, DPMPTSP memperkuat layanan melalui optimalisasi Mal Pelayanan Publik, digitalisasi perizinan dan nonperizinan, pelayanan jemput bola serta pendampingan investasi. Pemprov DKI juga menyusun peta potensi investasi dan proyek Investment Project Ready to Offer atau IPRO yang dapat langsung ditawarkan kepada calon investor.

"Kami memastikan peluang investasi yang ditawarkan memiliki kesiapan dari sisi teknis, finansial, maupun pasar sehingga investor memperoleh kepastian yang lebih baik dalam mengambil keputusan investasi di Jakarta," jelas Heru.

Transportasi hingga Telekomunikasi Jadi Primadona

Besarnya investasi yang masuk ke Jakarta terutama ditopang sektor-sektor yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi perkotaan.

Sepanjang semester I 2026, sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi Rp54,3 triliun atau sekitar 31% dari keseluruhan investasi Jakarta.

Posisi kedua ditempati sektor jasa lainnya dengan Rp43,6 triliun atau 25%, disusul perdagangan dan reparasi sebesar Rp28,4 triliun atau 16%. Sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran membukukan Rp14 triliun, sedangkan konstruksi mencapai Rp12,9 triliun.

Dari sisi wilayah, Jakarta Selatan menjadi tujuan investasi terbesar dengan realisasi Rp62,7 triliun. Berikutnya Jakarta Pusat Rp49,9 triliun, Jakarta Utara Rp23,1 triliun, Jakarta Barat Rp20,6 triliun dan Jakarta Timur Rp17,1 triliun. Kepulauan Seribu mencatat investasi Rp289 miliar.

DKI Tawarkan Proyek Rp271,3 Triliun

JakBizHub menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk memasarkan peluang bisnis Jakarta. Melalui Jakarta Investment Festival atau JIF 2026, Pemprov DKI menawarkan 40 proyek strategis di sembilan sektor dan pengembangan tujuh kawasan tematik dengan total potensi investasi sekitar US$16,1 miliar atau Rp271,3 triliun.

Sebanyak 40 proyek strategis memiliki potensi investasi sekitar Rp114 triliun, mencakup sektor residensial, perhotelan, fasilitas olahraga, kawasan industri dan logistik, komersial, kawasan campuran berbasis transit atau TOD, utilitas, transportasi hingga pengembangan kawasan pesisir.

DKI juga menawarkan peluang pengembangan tujuh kawasan, yakni Grogol Petamburan, Ragunan, Ancol, Monas, Cawang, Kebon Jeruk dan pesisir Jakarta, dengan potensi investasi sekitar Rp157,3 triliun.

Ekonom Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Sakti Arif Wicaksono sebelumnya menilai tingginya arus modal menunjukkan investor masih melihat Jakarta sebagai pasar yang menarik.

"Kepercayaan investor terhadap Jakarta masih cukup besar, sehingga kegiatan Jakarta Investment Festival di tahun 2026, prospeknya cukup besar, kita dapat menjaring investor-investor potensial di luar negeri," kata Sakti.

Bagi Pemprov DKI, tantangannya kini bukan hanya mempertahankan besarnya nilai investasi, tetapi memastikan modal yang masuk memberikan manfaat ekonomi nyata, membuka lapangan kerja dan mendukung transformasi Jakarta menuju kota global.

Digitalisasi melalui JakBizHub menjadi salah satu cara memperpendek jarak antara potensi proyek dan calon investor. Dengan data lokasi, aturan, simulasi investasi hingga rekomendasi proyek tersedia dalam satu platform, Pemprov DKI berharap proses pencarian peluang investasi di Jakarta menjadi lebih transparan, terukur dan mudah diakses.