Periskop.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah menyiapkan platform khusus untuk pembelian oleh-oleh haji. Lewat skema ini, jamaah tidak perlu lagi membawa banyak barang dari Arab Saudi karena oleh-oleh bakal dikirim langsung ke rumah masing-masing.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan, platform tersebut memungkinkan jamaah membeli oleh-oleh dari dalam negeri, bukan dari Tanah Suci. Skema ini disebutnya sebagai upaya menekan pengeluaran jamaah sekaligus mempermudah proses belanja oleh-oleh.
"Kita mencoba membuka platform oleh-oleh di sini, artinya jamaah haji membeli oleh-oleh di Indonesia melalui platform itu. Harapan kami, sebelum mereka sampai di Tanah Air, oleh-oleh sudah sampai di rumah," kata Irfan saat dijumpai di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (6/8).
Dengan skema tersebut, jamaah tidak perlu repot mengangkut koper penuh oleh-oleh dari Arab Saudi. Barang belanjaan akan tiba lebih dulu di rumah jamaah, bahkan sebelum mereka pulang ke Tanah Air.
Meski begitu, Irfan mengakui rencana ini masih menghadapi tantangan dari sisi budaya masyarakat. Menurutnya, banyak calon jamaah menganggap oleh-oleh yang dibeli langsung dari Arab Saudi lebih bernilai dibandingkan produk serupa yang dijual di Indonesia.
Padahal, ia menegaskan, sebagian besar produk oleh-oleh yang dijajakan di Arab Saudi juga tersedia di pasar dalam negeri. Kawasan Tanah Abang di Jakarta disebutnya sebagai salah satu contoh tempat yang menjual barang serupa.
Persepsi semacam ini, menurut Irfan, perlu diluruskan lewat edukasi kepada calon jamaah haji sebelum keberangkatan. Ia menilai perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci agar platform oleh-oleh bisa berjalan efektif.
Rencana ini muncul di tengah upaya Kemenhaj memperkuat tata kelola layanan haji lewat sistem satu data. Selain itu, isu layanan Armuzna juga masih jadi pekerjaan rumah besar bagi kementerian dalam penyelenggaraan haji 2026.
Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks kepuasan layanan haji 2026 mencapai 83,28, yang masuk kategori memuaskan. Capaian ini menjadi salah satu tolok ukur perbaikan layanan haji dari tahun ke tahun.
"Tapi ini juga tergantung pada culture dari jamaah haji kita, di mana membeli oleh-oleh dari Saudi itu lebih afdal menurut mereka, walaupun barangnya sama dengan yang di Tanah Abang itu juga sama. Itu tugas kita semua memberikan edukasi kepada para calon jamaah haji kita," pungkas Irfan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar