Periskop.id - Satpam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Ciputat, Tangerang Selatan, ditangkap polisi usai mencuri 1.700 tray atau ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pria berinisial TRS alias Cangkim (50) itu diduga menjual barang curian tersebut untuk membeli narkoba.

Cangkim disebut polisi menjual ribuan ompreng itu ke pengepul rongsokan karena bahannya terbuat dari stainless. Uang hasil penjualan barang curian tersebut diklaim dipakai untuk membeli sabu.

"Dia jual ke pengepul rongsokan dan dilebur. Kan itu bahannya stainless, duitnya dipakai beli narkoba," kata Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq dalam keterangannya, Rabu (29/7).

Bambang menerangkan, Cangkim telah menjalani tes urine dan hasilnya dinyatakan positif mengandung zat terlarang. Ia disebut mengakui sempat mengonsumsi sabu beberapa hari sebelum penangkapan.

"Dicek urine hasilnya positif amphetamine dan methamphetamine. Betul, ternyata pak beberapa hari yang lalu saya pakai," katanya.

Aksi pencurian tersebut terjadi di Dapur SPPG Ciputat 07, Gang Akoh Eng, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, pada Rabu (8/7). Pihak dapur SPPG melaporkan kejadian itu ke polisi, lalu Tim Opsnal Polsek Ciputat Timur yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Akhmad Kholil Effendi melakukan olah tempat kejadian perkara.

"Tim mendapatkan informasi bahwa ompreng tersebut ada yang menawarkan oleh orang berinisial DH alias Bucek," ungkap Bambang.

Dalam laporannya, pihak SPPG mengaku kehilangan sejumlah barang selain ompreng, yaitu dua kompor, satu blender, satu printer, satu genset, satu power box, perekam CCTV, serta kunci gerbang dan ruangan milik Yayasan Dunia Berkah Mandiri. Dapur SPPG tersebut diketahui baru mulai beroperasi.

Cangkim disebut sempat bungkam sebelum akhirnya mengakui perbuatannya. Kini, ia bersama tiga rekannya ditahan di Polsek Ciputat Timur sembari polisi mengembangkan kasus tersebut.

"Awalnya Cangkim bungkam, tapi akhirnya dia mengaku mengambil barang-barang di SPPG tersebut dengan dibantu oleh teman-temannya, yaitu GZ alias Elub, DK alias Ole dan H," jelas Bambang.