Periskop.id - Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno memimpin pertemuan bilateral dengan Kamboja untuk memperkuat pemberantasan online scam. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman pembentukan Indonesian Desk di Markas Besar Kepolisian Nasional Kamboja.

Havas bertemu dengan Senior Minister Chhay Sinarith yang menjabat Kepala Sekretariat Commission for Combating Online Scams (CCOS) Kamboja. Pertemuan ini digelar dalam kunjungan kerja ke Phnom Penh pada 27-29 Juli 2026, didampingi delegasi lintas kementerian dan lembaga.

Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat kerja sama Indonesia dan Kamboja dalam penanganan kejahatan transnasional, khususnya online scam, serta meningkatkan pelindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI). Selain bertemu Chhay Sinarith, Havas juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri Kamboja, Sar Sokha.

Indonesian Desk yang disepakati kedua pihak nantinya berfungsi sebagai pusat koordinasi antara aparat penegak hukum Indonesia dan Kamboja. Mekanisme tersebut diharapkan mempercepat pertukaran informasi, mendukung proses investigasi, sekaligus memperkuat penanganan perkara online scam yang melibatkan WNI.

Indonesia menawarkan dukungan peningkatan kapasitas bagi aparat penegak hukum Kamboja lewat pelatihan kepatuhan terhadap standar Financial Action Task Force (FATF), keahlian forensik keuangan, hingga keamanan siber. Tawaran itu disambut baik Pemerintah Kamboja sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan kedua negara dalam menghadapi kejahatan transnasional.

Kedua pihak turut membahas percepatan pembaruan Memorandum of Understanding on Cooperation in Preventing and Combating Transnational Crimes and Enhancing Capacity Building antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kementerian Dalam Negeri Kamboja. Pembaruan MoU tersebut diharapkan menjadi landasan hukum bagi penguatan kerja sama penegakan hukum serta mekanisme koordinasi dan tindak lanjut bersama.

Indonesia juga menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan International Conference on Combating Online Scams yang akan digelar Pemerintah Kamboja pada September 2026. Konferensi tersebut diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama internasional dalam pencegahan dan pemberantasan kejahatan online scam.

Di sela-sela kunjungan, Havas meninjau fasilitas penampungan sementara WNI di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh. Ia memperoleh penjelasan mengenai upaya pelindungan serta fasilitasi repatriasi bagi WNI yang menjadi korban maupun yang terlibat dalam perkara online scam.

Havas menekankan pentingnya koordinasi antarkementerian dan lembaga untuk memastikan penanganan yang komprehensif terhadap para WNI, termasuk setelah mereka kembali ke Indonesia. Selain agenda pemberantasan online scam, ia juga menyampaikan kuliah umum mengenai perkembangan lanskap geopolitik global.

Kuliah umum tersebut dihadiri pejabat Pemerintah Kamboja dan anggota korps diplomatik di Phnom Penh. Dalam paparannya, Havas menegaskan dinamika geopolitik yang semakin kompleks memerlukan penguatan dialog, diplomasi, dan kerja sama internasional guna menjaga stabilitas kawasan.

Kunjungan kerja ini mencerminkan komitmen Indonesia dan Kamboja memperkuat kerja sama konkret dalam penanganan online scam. Langkah tersebut ditempuh melalui peningkatan koordinasi penegakan hukum, penguatan kapasitas kelembagaan, serta pembentukan mekanisme kerja sama operasional yang lebih efektif.

Hasil-hasil pertemuan di Phnom Penh akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga di kedua negara.