Periskop.id - Dinamika ketenagakerjaan di Indonesia diwarnai oleh tingginya angka penduduk bekerja yang memutuskan atau terpaksa berhenti dari pekerjaannya. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2025 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat sebanyak 8,62 juta orang pernah berhenti bekerja dalam rentang waktu Agustus 2024 hingga Agustus 2025.
Data tersebut memotret berbagai alasan utama di balik terhentinya aktivitas kerja masyarakat, di mana faktor tekanan ekonomi pada unit usaha dan perusahaan menjadi pemicu paling dominan.
Dari total 8,62 juta orang yang berhenti bekerja, alasan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau diberhentikan menempati urutan tertinggi. BPS mencatat sebanyak 2,50 juta orang atau setara 29,0% berhenti kerja karena terkena PHK.
Penyebab terbesar kedua adalah kondisi usaha yang terhenti atau bangkrut, yang dialami oleh 2,14 juta orang atau menyumbang 24,8%.
Jika kedua alasan tersebut digabungkan, terdapat sekitar 4,63 juta orang atau setara 53,8% yang berhenti bekerja karena faktor PHK dan kegagalan usaha. Angka akumulasi yang mencapai lebih dari separuh total pekerja ini mengindikasikan adanya tekanan yang cukup berat pada sisi permintaan tenaga kerja serta tantangan keberlanjutan kegiatan ekonomi nasional.
Faktor Ketidakcocokan dan Pendapatan Capai 2 Juta Orang
Di luar tekanan efisiensi perusahaan, hal lain yang menarik perhatian dari data BPS ini adalah tingginya angka pekerja yang keluar karena faktor ketidakcocokan.
Alasan berupa tidak cocok dengan lingkungan kerja diartikulasikan oleh 1,27 juta orang (14,8%), sedangkan alasan pendapatan yang kurang memuaskan dipilih oleh 726,1 ribu orang (8,4%).
Jika diakumulasikan, jumlah penduduk yang berhenti bekerja akibat ketidakcocokan dengan perusahaan, baik dari sisi dinamika lingkungan kerja maupun besaran penghasilan, mencapai sekitar 2,00 juta orang atau setara 23,2% dari total keseluruhan.
Rincian Alasan Utama Berhenti Bekerja
Sakernas 2025 juga mencatat alasan-alasan lain yang membuat penduduk berhenti dari pekerjaannya, mulai dari faktor habis masa kerja hingga urusan rumah tangga.
Berikut adalah rincian data penduduk bekerja yang pernah berhenti bekerja periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025:
| Alasan Utama Berhenti Bekerja | Jumlah (Ribu Orang) | Persentase (%) |
|---|---|---|
| Pemutusan hubungan kerja (PHK) / diberhentikan | 2.501,4 | 29,0 |
| Usaha terhenti / bangkrut | 2.136,5 | 24,8 |
| Tidak cocok dengan lingkungan kerja | 1.278,0 | 14,8 |
| Mengurus rumah tangga | 822,2 | 9,5 |
| Pendapatan kurang memuaskan | 726,1 | 8,4 |
| Habis masa kerja / kontrak | 492,8 | 5,7 |
| Alasan lainnya | 671,2 | 7,8 |
| Total | 8.628,2 | 100,0 |
Tinggalkan Komentar
Komentar