Periskop.id - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menduga kematian harimau putih di Semarang Zoo dipicu oleh minimnya anggaran operasional. Menurutnya, keterbatasan dana itu membuat perawatan satwa terpaksa dilakukan secara efisiensi.
Agustina menjelaskan, efisiensi tersebut berdampak langsung pada kualitas perawatan hewan koleksi kebun binatang. Ia menilai kondisi anggaran yang terbatas menjadi akar masalah utama di balik kejadian tersebut.
"Sepertinya kekurangan anggaran yang ada di Semarang Zoo ini menjadi penyebab utama mengapa proses perawatannya itu dilakukan efisiensi," kata Agustina, Senin (27/7).
Agustina mengaku sudah dihubungi Gubernur Jawa Tengah terkait persoalan ini. Gubernur, menurutnya, mendorong agar Semarang Zoo menggandeng pihak ketiga yang punya keahlian di bidang pengelolaan satwa.
"Kemungkinan itu opsi yang akan kita ambil, supaya diambil alih pihak ketiga," ucap Agustina.
Semarang Zoo saat ini dikelola oleh badan usaha milik daerah (BUMD). Status itu, menurut Agustina, membuat pengelola wajib menutup seluruh biaya operasional dari pendapatan sendiri.
Modal tambahan yang diberikan Pemkot, jelasnya, tidak bisa dipakai untuk menutup biaya operasional. Modal tersebut hanya diperuntukkan bagi perluasan bisnis, bukan kebutuhan operasional harian.
"Karena dia akan ternilai sebagai sebuah badan usaha yang gagal. Jadi biaya operasionalnya harus dipenuhi dari pendapatannya. Modal digunakan untuk memperluas bisnis. Pusing juga kalau saya jadi direkturnya Semarang Zoo. Mungkin membutuhkan waktu untuk bisa menjadi kebun binatang yang bagus. Dilemanya, binatang tidak bisa menunggu proses perawatannya sampai memiliki uang yang banyak," ujarnya.
Di sisi lain, Pemkot Semarang tengah menelusuri kemungkinan adanya kesalahan dalam program pertukaran satwa dengan kebun binatang di Medan. Agustina menyebutkan, kerja sama pertukaran itu sudah berlangsung cukup lama.
"Ini sedang diteliti lebih lanjut karena berkaitan dengan hal yang hidup dan sudah agak lama berlalunya itu," ujar Agustina.
Tinggalkan Komentar
Komentar