Periskop.id - Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Jafar menegaskan figur yang akan memimpin Bank Indonesia sebagai gubernur definitif harus berkomitmen menjaga independensi bank sentral. Pernyataan itu disampaikan setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI karena alasan kesehatan.

Marwan mengatakan kepemimpinan sementara Bank Indonesia kini dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti. Menurutnya, proses pergantian kepemimpinan harus tetap menjamin independensi BI sesuai amanat peraturan perundang-undangan.

“Keputusan Perry Warjiyo untuk mengundurkan diri harus dihormati. Siapa pun yang terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia harus mampu menjaga independensi bank sentral sebagaimana diamanatkan undang-undang. Independensi Bank Indonesia bukan sekadar prinsip kelembagaan, tetapi prasyarat agar kebijakan moneter dapat diambil secara objektif,” ujar Marwan melalui rilis yang disampaikan kepada Parlementaria di Jakarta, Selasa (28/7).

Menurut Marwan, independensi Bank Indonesia menjadi fondasi agar kebijakan moneter dapat dirumuskan secara objektif. Ia menilai keputusan tersebut harus berorientasi pada stabilitas ekonomi nasional, bukan kepentingan politik jangka pendek.

Marwan menjelaskan BI memiliki fungsi strategis sebagai bank sentral yang bertanggung jawab mengelola kebijakan moneter secara profesional. Menurutnya, peran itu penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

“BI sebagai bank sentral mempunyai peran vital untuk memastikan pengelolaan moneter dikelola secara profesional demi stabilitas ekonomi sehingga target pertumbuhan ekonomi dicapai secara berkualitas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Marwan menilai kredibilitas dan independensi bank sentral harus tetap dipertahankan. Menurutnya, kegagalan menjaga kedua aspek tersebut berpotensi memicu gejolak di pasar keuangan, menekan nilai tukar rupiah, serta mengurangi kepercayaan investor global.

Karena itu, ia menegaskan proses pemilihan Gubernur BI definitif perlu mengutamakan integritas, profesionalisme, kompetensi, dan kepentingan nasional. Ia menilai sosok yang terpilih juga harus mampu menjaga kepercayaan masyarakat serta pelaku ekonomi global terhadap Bank Indonesia.

“Karena itu, proses pemilihan gubernur definitif harus mengedepankan profesionalisme, integritas, kompetensi, dan kepentingan nasional. Sosok yang dipilih harus mampu menjaga kredibilitas Bank Indonesia di mata masyarakat maupun pelaku ekonomi global,” tegas Marwan.

Di bagian akhir, mantan Menteri Desa tersebut berharap proses transisi kepemimpinan Bank Indonesia berlangsung lancar tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan maupun pengendalian inflasi. Menurutnya, langkah itu penting karena kondisi ekonomi global masih dibayangi berbagai ketidakpastian yang berpotensi memberi tekanan terhadap negara-negara berkembang.