Periskop.id – Presiden Prabowo Subianto akan mengumpulkan gubernur, bupati, dan wali kota dalam rapat khusus di Jakarta untuk membahas pelaksanaan program Indonesia ASRI atau Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Pengelolaan sampah, kebersihan sungai, penghijauan, hingga penataan lingkungan akan menjadi perhatian utama.
Rencana tersebut disampaikan Prabowo dalam acara Akad Massal KPR Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Waktu pelaksanaan rapat belum ditetapkan.
"Nanti ada rapat khusus ya, gubernur, semua, bupati saya akan kumpulkan di Jakarta, saya tidak tahu persisnya kapan, khusus bicara tentang Indonesia ASRI, Aman, Sehat Resik dan Indah ya, karena ini sangat penting," kata Prabowo.
Menurutnya, pembangunan industri, hilirisasi, ketahanan pangan, dan ketahanan energi harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan. Pemerintah juga perlu memperkuat langkah menghadapi perubahan iklim dan pemanasan global.
"Artinya, sebagai manusia kita harus mengambil inisiatif untuk menjaga lingkungan," katanya.
Indonesia ASRI Libatkan Pemerintah hingga Aparat
Indonesia ASRI mulai diperkenalkan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah pada Februari 2026. Gerakan tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan melalui kerja bakti rutin yang melibatkan kementerian, pemerintah daerah, TNI, Polri, BUMN, sekolah, dan masyarakat.
Program itu tidak hanya menyasar pengangkutan sampah. Pemerintah juga mendorong penataan ruang publik, penertiban baliho dan reklame yang mengganggu keindahan kota, penyediaan sarana kebersihan, serta penanaman pohon di berbagai daerah.
Prabowo meminta para kepala daerah dan aparat tidak hanya menerima laporan dari bawah, tetapi memeriksa langsung kondisi sungai, saluran air, jalan, permukiman, dan pusat kegiatan ekonomi.
"Mereka yang harus tiap hari mengecek, mengecek sungai, mengecek kali, itu baru kau pemimpin yang hebat. Anda punya sarana, saya tidak minta lima jam Anda ke situ. Minimal tiap hari you periksa, satu jam sehari you keliling. Jadi, pemimpin di depan, pemimpin bersama rakyat," kata Prabowo.
Warga dan pelaku usaha yang tidak menjaga kebersihan diminta terlebih dahulu diberikan teguran. Apabila peringatan berulang kali tidak dipatuhi, pemerintah daerah diminta mengambil langkah lanjutan bersama aparat penegak hukum.
"Berkali-kali ditegur tidak mau ya sudah, panggil tim gabungan, tim gabungan Kejaksaan sama Polri gabung," kata Prabowo seraya berkelakar.
Target Sampah Tuntas pada 2027
Prabowo menargetkan perubahan besar dalam pengelolaan sampah terjadi dalam satu hingga dua tahun. Pada akhir 2027, ia ingin tidak ada lagi gunungan sampah di berbagai daerah.
"Sampah harus kita kendalikan. Insya Allah dalam satu hingga dua tahun ke depan kita akan membuat perubahan yang drastis. Saya minta pada akhir tahun 2027 persoalan sampah di Indonesia sudah selesai. Tidak boleh ada lagi gunung-gunung sampah," ujarnya.
Secara waktu, target tersebut lebih cepat dibandingkan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional yang mengarahkan pengelolaan sampah mencapai 63,4 persen pada 2026 dan 100 persen pada 2029. Pemerintah juga menargetkan penghentian praktik pembuangan terbuka atau open dumping di seluruh tempat pemrosesan akhir pada 2026.
Tantangannya masih besar. Hingga akhir 2025, baru sekitar 30 persen dari total 485 tempat pemrosesan akhir yang telah menghentikan open dumping. Artinya, sekitar 369 TPA masih harus beralih menuju sistem pengelolaan yang lebih aman dan terkendali.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan penyelesaian persoalan tersebut tidak cukup hanya dengan memperbaiki TPA. Pemilahan dan pengurangan sampah harus dilakukan sejak dari rumah, pasar, kawasan usaha, dan sumber lainnya.
“Target ini hanya dapat dicapai apabila praktik open dumping dihentikan dan masyarakat melakukan pemilahan sampah. Sampah tidak lagi dapat diselesaikan dengan pola kumpul-angkut-buang, melainkan harus dikelola sejak dari sumbernya,” ucap Hanif.
Kebersihan Dikaitkan dengan Pariwisata
Selain berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup, Prabowo mengaitkan kebersihan lingkungan dengan daya saing pariwisata. Kota, sungai, dan pantai yang kotor dinilai akan mengurangi ketertarikan wisatawan untuk datang.
"Wisatawan tidak akan mau datang ke kota yang kotor. Mereka tidak akan datang ke pantai yang penuh plastik dan sampah, atau ke sungai dan kali yang dipenuhi sampah. Selain tidak sehat, kondisi itu juga tidak baik bagi harga diri bangsa," tegasnya.
Sektor pariwisata memiliki pasar yang besar. Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan wisatawan mancanegara pada Desember 2025 mencapai 1,41 juta kunjungan, meningkat 14,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk mendorong pemerintah daerah, Prabowo juga mengusulkan lomba kota terbersih. Lima kota terbaik direncanakan memperoleh insentif masing-masing hingga Rp20 miliar, sedangkan lima kota pada peringkat berikutnya berpotensi mendapat Rp10 miliar. Skema, sumber anggaran, dan indikator penilaiannya masih perlu dimatangkan pemerintah.
Keberhasilan Indonesia ASRI nantinya akan ditentukan oleh langkah nyata di daerah, mulai dari pemilahan sampah, pengangkutan yang teratur, pengolahan organik, daur ulang, perbaikan TPA, penegakan aturan, hingga keterbukaan data. Tanpa sistem tersebut, kegiatan bersih-bersih berisiko hanya memindahkan sampah tanpa menyelesaikan sumber persoalannya.
Tinggalkan Komentar
Komentar