Periskop.id – Persaingan industri mobil listrik mulai bergeser dari sekadar adu tenaga, kapasitas baterai, dan jarak tempuh menuju pengembangan platform kendaraan yang lebih terintegrasi. Platform kini menjadi fondasi untuk menentukan efisiensi energi, keluasan kabin, kenyamanan, keselamatan, hingga karakter berkendara sebuah mobil.

Pendekatan tersebut ditunjukkan Lepas melalui LEX Intelligent New Energy Platform yang menjadi basis pengembangan Lepas E4 EV. Teknologi itu diperkenalkan kepada publik dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026 di ICE BSD, Tangerang.

Product Manager Lepas Indonesia Lalu Indra Wirabhakti mengatakan, pengembangan platform tidak hanya diarahkan untuk mengejar angka spesifikasi, tetapi juga menjawab kebutuhan pengguna ketika menjalani mobilitas harian.

“Karena itu, LEX Platform kami kembangkan untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih nyaman, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun saat melakukan perjalanan bersama keluarga,” kata Lalu di ICE BSD, Rabu (5/8). 

Menurut dia, LEX Platform dikembangkan dengan empat fokus utama, yakni meningkatkan stabilitas kendaraan, memaksimalkan ruang kabin, meredam kebisingan, serta mengoptimalkan pemakaian energi. Platform tersebut menunjukkan bahwa desain dasar kendaraan dapat memengaruhi banyak aspek sekaligus, bukan hanya menopang baterai dan motor listrik.

Platform Tentukan Ruang dan Karakter Berkendara

Penggunaan platform khusus kendaraan listrik memungkinkan ruang yang biasanya ditempati mesin dan komponen mekanis dialihkan untuk meningkatkan kapasitas kabin maupun penyimpanan.

Pada Lepas E4 EV, ruang bagasi dapat diperluas hingga 1.334 liter. Mobil ini juga menyediakan bagasi depan atau frunk berkapasitas 35 liter serta sejumlah kompartemen penyimpanan di dalam kabin.

Untuk pengendalian, Lepas menggunakan suspensi MacPherson di bagian depan dan multi-link independen di belakang. Kombinasi tersebut dipadukan dengan penyetelan sasis untuk menjaga kestabilan kendaraan ketika melewati beragam kondisi jalan.

Struktur mobil juga dirancang untuk mengurangi kebisingan, getaran, dan hentakan atau Noise, Vibration, and Harshness. Pengurangan NVH menjadi semakin penting pada kendaraan listrik karena tidak adanya suara mesin membuat suara ban, angin, dan getaran dari permukaan jalan lebih mudah terdengar di dalam kabin.

 

pabrik mobil wuling, mobil listrik
Ilustrasi. Deretan mobil Wuling yang diproduksi di Indonesia. dok.Wuling

 

 

Diklaim Mampu Menempuh Lebih dari 600 Kilometer

LEX Platform mengintegrasikan sistem penggerak listrik 12-in-1 dengan efisiensi yang diklaim mencapai 90,8%. Motor listriknya menghasilkan tenaga 160 kW dan torsi 275 Nm.

Lepas menyebut E4 EV dapat menempuh jarak lebih dari 600 kilometer dalam sekali pengisian berdasarkan standar pengujian CLTC. Mobil ini mendukung pengisian cepat DC hingga 130 kW yang diklaim mampu mengisi baterai dari 30% menjadi 80% dalam waktu sekitar 20 menit.

Namun, angka jarak tempuh tersebut masih merupakan klaim pabrikan berdasarkan pengujian CLTC, bukan hasil pengujian jalan independen. Jarak tempuh aktual dapat dipengaruhi kecepatan, gaya berkendara, kondisi lalu lintas, temperatur, penggunaan pendingin kabin, dan kontur jalan.

Untuk mendukung aktivitas luar ruang, E4 EV dilengkapi fitur Vehicle-to-Load berdaya 3,3 kW sehingga baterai kendaraan dapat digunakan untuk menyuplai perangkat elektronik. Mobil ini juga diklaim dapat melewati genangan air hingga kedalaman 525 milimeter.

Pada aspek keselamatan, struktur bodinya menggunakan 74% baja berkekuatan tinggi. Perangkat keselamatannya mencakup enam kantung udara, 18 fitur Advanced Driver Assistance System, serta baterai dengan sertifikasi perlindungan IP68 dan IPX9K.

Tren platform berkembang di industri global

Penguatan teknologi platform tidak hanya dilakukan Lepas. Produsen otomotif global juga semakin mengandalkan arsitektur modular untuk mempercepat pengembangan model baru, menekan biaya produksi, dan mengintegrasikan perangkat lunak dengan komponen kendaraan.

Reuters melaporkan platform modular yang dikembangkan sejumlah produsen kendaraan listrik China mampu memangkas biaya dan mempercepat proses pengembangan produk. Keunggulan tersebut bahkan mulai dimanfaatkan produsen dari negara lain melalui kemitraan teknologi.

Volkswagen, misalnya, menargetkan mayoritas kendaraan yang dipasarkan di China pada 2030 menggunakan China Electronic Architecture. Perusahaan menyebut arsitektur tersebut dapat mempercepat pengembangan kendaraan hingga 30% dan menekan biaya sekitar 40% dibandingkan platform MEB yang dikembangkan di Jerman.

Kondisi itu menunjukkan platform telah berkembang menjadi salah satu sumber daya saing utama. Produsen yang menguasai arsitektur kendaraan dapat menggunakannya untuk beberapa model sekaligus, sembari menyesuaikan ukuran bodi, kapasitas baterai, perangkat keselamatan, hingga teknologi kabin.

Pasar mobil listrik Indonesia semakin kompetitif

Peralihan menuju pengembangan platform berlangsung ketika pasar kendaraan listrik Indonesia tumbuh cepat. Data Gaikindo menunjukkan penjualan mobil listrik murni selama Januari hingga Mei 2026 mencapai 57.087 unit, meningkat sekitar 80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut membuat produsen tidak lagi cukup hanya menawarkan harga dan jarak tempuh. Kenyamanan, efisiensi, keamanan baterai, perangkat lunak, pengisian cepat, serta fleksibilitas kabin semakin menjadi pertimbangan konsumen.

Lepas merupakan submerek kendaraan energi baru premium dari Chery Group yang hadir di Indonesia sejak GIIAS 2025. E4 EV dikembangkan menggunakan platform listrik murni dan diposisikan untuk konsumen muda dengan kebutuhan mobilitas perkotaan.

Melalui LEX Platform, Lepas mencoba menunjukkan bahwa pertarungan mobil listrik tidak berhenti pada besarnya baterai atau jauhnya jarak tempuh. Fondasi teknologi yang menghubungkan performa, ruang, kenyamanan, keselamatan, dan efisiensi justru berpotensi menjadi pembeda utama dalam persaingan kendaraan elektrifikasi.