Periskop.id - Rangkaian pidato Presiden Prabowo Subianto sepanjang bulan Juli 2026 menjadi episentrum perdebatan hangat di ruang digital Indonesia. Lembaga pemantauan media digital Drone Emprit merilis laporan analisis mengenai sentimen publik terhadap pidato presiden yang dihimpun dari media online serta berbagai platform media sosial seperti X, Facebook, Instagram, YouTube, TikTok, dan Threads.
Riset ini mengaitkan dinamika percakapan dengan momen kenegaraan penting, seperti peringatan HUT ke-80 Bhayangkara pada 1 Juli, peresmian bendungan di Lombok pada 10–11 Juli, hingga Hari Koperasi Nasional ke-79 pada 12 Juli.
Narasi Utama yang Menjadi Sorotan
Dalam berbagai kesempatan pidato tersebut, Presiden Prabowo berulang kali menyampaikan gagasan mengenai ancaman kepentingan asing, komitmen pemberantasan korupsi, pencurian kekayaan negara, hingga optimisme ekonomi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
Namun, sejumlah pernyataan dinilai memicu kontroversi di tengah publik. Penggunaan diksi seperti "bajingan", pelabelan "Londo Ireng", seruan kepada pihak yang ragu untuk mencari negara lain, serta klaim kualitas dapur MBG tanpa menyebutkan sumber rujukan turut mendorong reaksi beragam dari warganet.
Selain faktor gaya bicara yang dinilai impulsif dan ceplas-ceplos, perdebatan juga dipicu oleh dinamika eksternal. Isu yang melingkupi antara lain korelasi antara frekuensi pidato dengan fluktuasi IHSG serta nilai tukar rupiah, kasus skandal perizinan, hingga penanganan kasus korupsi eks-Jampidsus.
Dominasi Sentimen Negatif di Berbagai Platform Digital
Berdasarkan analisis data pada periode 1 hingga 28 Juli 2026 pukul 23.59 WIB, Drone Emprit mencatat total sekitar 23 ribu mentions percakapan di media online dan media sosial. Hasilnya menunjukkan mayoritas percakapan mengarah pada sentimen negatif.
Di ranah media sosial X, sentimen negatif bahkan menembus angka 98 persen. Sementara pada pemberitaan media online, sentimen negatif tercatat sebesar 71 persen.
Sentimen negatif umumnya menyoroti kekhawatiran terkait pelabelan yang dinilai menyasar jurnalis, pengamat, dan LSM. Publik juga mengkritik diksi yang dinilai kurang pantas untuk forum resmi, nada komunikasi yang dianggap intimidatif, serta minimnya substansi visi kebijakan yang konkret.
Di sisi lain, publik yang merespons secara positif mengapresiasi gaya komunikasi presiden yang dinilai autentik, spontan, dan merakyat. Dukungan juga datang atas ketegasan pemberantasan korupsi, komitmen keberlanjutan program MBG, serta optimisme kebangkitan ekonomi nasional.
Rincian Sentimen Publik Berdasarkan Kanal Media
Berikut adalah rincian sebaran sentimen publik terhadap pidato Presiden Prabowo di berbagai saluran media berdasarkan temuan Drone Emprit.
| Platform/ Media | Sentimen Positif (%) | Sentimen Netral (%) | Sentimen Negatif (%) |
|---|---|---|---|
| X (Twitter) | 1% | 1% | 98% |
| 1% | 3% | 96% | |
| Online News | 4% | 25% | 71% |
| Threads | 16% | 14% | 70% |
| 20% | 24% | 56% | |
| TikTok | 25% | 20% | 55% |
| YouTube | 21% | 32% | 47% |
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar