Periskop.id – Erick Thohir membuka peluang untuk kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI pada pemilihan 2027. Namun, ia belum memberikan keputusan pasti dan akan lebih dahulu berdiskusi dengan pemerintah serta Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA.

Pernyataan itu disampaikan Erick setelah Kongres Biasa PSSI 2026 di Jakarta, Senin (3/8). Dalam kongres tersebut, para anggota PSSI juga menyepakati perubahan jadwal Kongres Pemilihan dari Mei menjadi Juli 2027.

"Satu, pasti saya berdiskusi dulu dengan pemerintah. Dan juga berdiskusi dengan FIFA. Dan tentu yang milih masyarakat sepak bola," kata Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Meski membuka kemungkinan maju untuk periode kedua, Erick menegaskan pemilihan tetap menjadi kewenangan para pemilik suara PSSI. Menurutnya, fokus utama bukan persaingan personal, tetapi menentukan pemimpin yang dinilai paling mampu memperbaiki sepak bola nasional.

"Jadi kita tidak dalam posisi (bersaing) siapapun yang terbaik untuk sepak bola Indonesia," imbuhnya.

Pernah Isyaratkan Pemilihan Terbuka pada 2027

Sikap Erick tersebut melanjutkan pernyataannya pada September 2025. Saat itu, ia menegaskan akan menyelesaikan masa kepengurusan hingga 2027 dan menyerahkan kelanjutan kepemimpinan PSSI kepada mekanisme pemilihan.

Erick ketika itu juga menyebut Statuta PSSI memungkinkan seseorang memimpin federasi hingga tiga periode. Kendati demikian, kesempatan mencalonkan diri tidak otomatis membuat seorang kandidat terpilih karena keputusan berada di tangan anggota atau pemilik suara PSSI.

Erick menjabat Ketua Umum PSSI sejak Februari 2023. Laman resmi federasi mencatatnya sebagai ketua umum ke-20, menggantikan Mochamad Iriawan yang memimpin sejak November 2019 hingga Februari 2023.

Pada Kongres Luar Biasa PSSI tanggal 16 Februari 2023, Erick memperoleh 64 suara. Ia mengungguli LaNyalla Mattalitti yang meraih 22 suara, sedangkan kandidat lain tidak memperoleh suara.

Hasil itu memperlihatkan bahwa pemilihan ketua umum ditentukan melalui pemungutan suara para anggota federasi. Dalam pemilihan 2023, jabatan ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota Komite Eksekutif juga dipilih secara terpisah dengan ketentuan kandidat harus memperoleh dukungan lebih dari separuh suara sah.

Pemilihan Ketum PSSI Mundur ke Juli 2027

Kongres Biasa PSSI 2026 menyepakati Kongres Pemilihan berikutnya digelar pada Juli 2027, mundur dua bulan dari jadwal semula pada Mei. Penyesuaian dilakukan untuk memberi waktu bagi federasi menyelesaikan tahapan organisasi dan menjaga kelancaran kompetisi.

"Keputusan untuk menyesuaikan jadwal Kongres Pemilihan dari Mei ke Juli 2027 diambil demi memastikan kesiapan organisasi dan keberlangsungan kompetisi," kata Erick Thohir.

Keputusan tersebut disetujui peserta kongres yang terdiri atas perwakilan asosiasi provinsi, klub Super League, klub Liga 2, serta anggota PSSI lainnya. Perubahan jadwal juga mempertimbangkan tahapan kerja Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan.

PSSI dijadwalkan lebih dahulu menggelar pemilihan pengurus asosiasi provinsi pada Oktober dan November 2026. Setelah proses tersebut, federasi membutuhkan waktu untuk melakukan konsolidasi dan menyelaraskan program antara pengurus pusat dan daerah.

"Waktu tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kesiapan organisasi yang seperti kita ketahui, kita juga akan melakukan pemilihan PSSI provinsi pada bulan Oktober dan November tahun ini. Artinya, perlu ada jeda waktu untuk kita berkonsolidasi dengan PSSI provinsi untuk program-program sepak bola kita ke depan," imbuhnya.

Agenda kompetisi domestik juga menjadi alasan pemilihan tidak digelar pada Mei. Kompetisi liga musim 2026/2027 diperkirakan baru selesai pada Juni, sehingga Juli dinilai menjadi waktu yang lebih memungkinkan untuk menggelar pemilihan tanpa mengganggu pertandingan.

"Terlebih semua kompetisi liga juga berakhir di bulan Juni sehingga Kongres Biasa Pemilihan 2027, tepat dilaksanakan pada Juli 2027," ujar Erick.

Transparansi Pemilihan Jadi Sorotan

PSSI menyatakan perubahan jadwal dilakukan agar seluruh tahapan pemilihan berjalan efektif, transparan, dan sesuai ketentuan. Tahapan itu mencakup pembentukan Komite Pemilihan, pendaftaran kandidat, pemeriksaan persyaratan, penetapan calon, masa pengajuan banding, hingga pemungutan suara.

Pada pemilihan 2023, kandidat wajib menyerahkan dokumen pencalonan, surat dukungan, pernyataan integritas, dan sejumlah dokumen persyaratan lainnya. Para calon yang lolos juga mendapatkan kesempatan menyampaikan visi dan misi kepada pemilik suara.

Karena itu, pernyataan Erick baru sebatas membuka kemungkinan maju kembali. Keputusan pencalonan tetap harus menunggu sikap pribadinya, pemenuhan persyaratan, tahapan Komite Pemilihan, serta dukungan anggota PSSI.

Dengan jadwal pemilihan yang kini ditetapkan pada Juli 2027, PSSI memiliki waktu kurang dari satu tahun untuk menyiapkan transisi kepemimpinan. Pada saat yang sama, Erick masih harus menyelesaikan program periode pertamanya, termasuk pembinaan pemain, pengelolaan kompetisi, peningkatan tata kelola, dan persiapan Timnas Indonesia menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030.