Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,32% pada perdagangan Selasa (4/8), didorong sentimen positif dari bursa Asia yang mengikuti reli Wall Street. Berdasarkan data RTI pukul 09.05 WIB, IHSG naik 19,67 poin ke level 6.254,17.
Sebanyak 313 saham menguat, 130 saham melemah, dan 227 saham bergerak stagnan pada awal sesi tersebut. Volume perdagangan tercatat 2,56 miliar saham dengan nilai transaksi Rp866 miliar.
"Pasar aset berisiko jelas telah berbalik arah. Jika sentimen positif dari bursa Eropa dan AS berlanjut, pembeli kemungkinan akan kembali aktif sejak awal sesi dan menopang aset-aset berisiko di kawasan Asia," kata Head of Research Pepperstone Group Chris Weston, Selasa (4/8).
Penguatan IHSG pagi ini ditopang oleh sembilan indeks sektoral yang bergerak positif. Tiga sektor dengan kenaikan terbesar yakni IDX Basic yang naik 1,00%, IDX Property menguat 0,70%, dan IDX Infrastructure bertambah 0,32%.
Di jajaran saham LQ45, penguatan terbesar dicatat oleh PT Indika Energy Tbk (INDY) yang naik 3,42% ke Rp2.420. Disusul PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang menguat 3,31% ke Rp2.810 dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) naik 1,94% ke Rp525.
Sebaliknya, saham LQ45 yang melemah paling dalam yakni PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun 1,85% ke Rp1.860. Kemudian PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melemah 1,53% ke Rp1.285 dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terkoreksi 1,09% ke Rp2.710.
Dari dalam negeri, sentimen pasar masih ditopang aktivitas manufaktur Indonesia yang tetap berada di zona ekspansi. Indeks PMI Manufaktur Indonesia pada Juli tercatat 50,2, sementara inflasi tahunan masih terkendali di 2,88%.
Optimisme tersebut masih dibayangi defisit neraca perdagangan sebesar US$450 juta. Kondisi itu berpotensi membatasi ruang penguatan IHSG lebih lanjut.
Pelaku pasar akan mencermati lanjutan musim laporan keuangan emiten semester I 2026 dalam beberapa hari mendatang. Perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi meredakan tekanan harga minyak juga jadi perhatian, di tengah meningkatnya risiko perlambatan ekonomi global.
Sentimen eksternal turut mendukung penguatan IHSG. Bursa saham Asia bergerak menguat tipis pada awal perdagangan Selasa mengikuti reli Wall Street, setelah data menunjukkan aktivitas manufaktur Amerika Serikat pada Juli mencapai level tertinggi dalam lebih dari empat tahun.
Mengutip Reuters, indeks MSCI Asia-Pacific di luar Jepang naik 0,1%, didorong lonjakan saham Korea Selatan yang sempat menguat hingga 2,1%. Sebaliknya, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,3%, sementara kontrak berjangka S&P 500 E-mini menguat 0,1%.
Chris Weston menilai pembeli aset berisiko berpotensi kembali aktif sejak awal sesi jika tren positif dari bursa Eropa dan AS terus berlanjut. Kondisi tersebut, menurutnya, bisa menopang pergerakan aset-aset berisiko di kawasan Asia dalam beberapa hari mendatang.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar