Periskop.id - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan pelayaran aman di Selat Hormuz hanya dapat dilakukan melalui jalur yang mendapat restu Teheran. Peringatan ini juga ditujukan kepada kapal-kapal yang berencana menggunakan rute baru tanpa berkoordinasi terlebih dahulu dengan Iran.
Penegasan itu dipublikasikan melalui IRNA, kantor berita resmi Iran. IRGC menyebut setiap rute baru yang diumumkan tanpa sepengetahuan atau koordinasi dengan Iran sebagai sesuatu yang "tidak dapat diterima" dan "sangat berbahaya."
"Satu-satunya jalur yang diizinkan untuk melintas melalui Selat Hormuz adalah jalur yang diumumkan oleh Republik Islam Iran," demikian pernyataan IRGC dalam keterangan resmi yang diterbitkan IRNA, Kamis.
IRGC turut mewajibkan seluruh kapal yang melintasi perairan strategis itu untuk berkoordinasi dengan angkatan laut Iran melalui Channel 16, yakni kanal maritim internasional yang lazim digunakan dalam komunikasi keselamatan di laut.
Kapal-kapal yang mengabaikan ketentuan tersebut, menurut IRGC, akan berhadapan dengan tindakan dari pihak berwenang Iran.
Pernyataan ini muncul beberapa pekan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman secara elektronik pada 17 Juni lalu.
Kesepakatan itu bertujuan mengakhiri konflik antara kedua negara sekaligus membuka jalan menuju perjanjian perdamaian jangka panjang.
Kawasan Timur Tengah sebelumnya dilanda ketegangan hebat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran membalas dengan menyerang sejumlah aset AS di berbagai penjuru kawasan.
Gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai mulai berlaku pada 8 April. Berdasarkan laporan Anadolu, pernyataan IRGC terkait Selat Hormuz ini dikeluarkan di tengah proses normalisasi yang masih berlangsung.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar