Internasional

Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan 95 Orang, Ratusan Hilang

Banjir bandang di perbatasan Nepal-China menewaskan puluhan orang dan membuat ratusan turis asing dilaporkan hilang, termasuk warga negara AS dan Italia.

17 jam yang lalu · 2 mnt baca
Ilustrasi banjir bandang di Nepal. (AI)
Ilustrasi banjir bandang di Nepal. (AI)
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Banjir bandang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan wilayah Tibet, China, Rabu (26/8) waktu setempat. Bencana ini menewaskan sedikitnya 95 orang di Nepal dan membuat ratusan turis asing dilaporkan hilang.

Polisi di provinsi Bagmati, Nepal menyebutkan, angka korban tewas tersebut kemungkinan masih akan bertambah seiring surutnya air dan terungkapnya skala kerusakan sesungguhnya. Hampir 400 wisatawan, termasuk ratusan warga negara asing, dilaporkan hilang menurut badan pariwisata setempat.

"People di sepanjang sungai diimbau untuk lebih waspada dan tetap siaga," kata Perdana Menteri Nepal Balendra Shah dalam keterangannya terkait upaya penyelamatan, Rabu (26/8).

Banjir dipicu oleh longsoran material lumpur dan bebatuan yang runtuh ke sungai di kawasan pegunungan Himalaya, tepat di perbatasan Nepal dan wilayah Tibet, China. Insiden itu langsung memicu banjir dahsyat di sisi Nepal.

Rumah-rumah, jalan, dan proyek kelistrikan di Nepal disapu bersih oleh terjangan air. Otoritas Tibet turut menyatakan kekhawatiran atas jatuhnya "korban besar", dengan sejumlah orang masih hilang di wilayah Gyirong usai longsor menghantam titik perlintasan perbatasan.

Regu penyelamat kesulitan menjangkau kawasan terdampak. Juru bicara militer Nepal, Raja Ram Basnet menjelaskan, helikopter penyelamat tidak bisa mendarat di area terdampak Syapru Besi dan Timure di distrik Rasuwa lantaran ketinggian air belum surut.

Meski begitu, militer Nepal sempat mengunggah video helikopter yang melayang tepat di atas genangan air dan bangunan, memungkinkan warga memanjat naik untuk menyelamatkan diri.

Selain korban di Nepal, otoritas China turut melaporkan dampak serius di wilayah Tibet. Tiga orang dilaporkan tewas dan 265 lainnya hilang di kawasan tersebut.

Presiden China Xi Jinping merespons kejadian ini dengan memerintahkan upaya pencarian dan penyelamatan besar-besaran, menurut kantor berita resmi China, Xinhua. Tim bantuan di Tibet dijanjikan menerima pasokan berupa tenda, alat pemanas, pakaian, dan perlengkapan tidur.

Kementerian luar negeri Italia turut melaporkan 90 warganya berada di kawasan terdampak dan belum diketahui keberadaannya. Selain itu, sekitar 60 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air di Nepal utara juga dilaporkan hilang.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Nepal, dan bencana dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.