Internasional

Nasib 384 Turis Hilang di Banjir Nepal, Ada Warga AS dan Italia

Ratusan turis asing dari berbagai negara dilaporkan hilang usai banjir bandang menerjang Nepal, termasuk tiga warga AS yang sedang mengikuti tur bersama agen wisata lokal.

17 jam yang lalu · 2 mnt baca
Nasib 384 Turis Hilang di Banjir Nepal, Ada Warga AS dan Italia
Ilustrasi banjir bandang di Nepal. (AI)
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Badan Pariwisata Nepal (Nepal Tourism Board) melaporkan 384 turis dan pelancong hilang usai banjir bandang menerjang kawasan Rasuwa, Nepal, Rabu (26/8). Dari jumlah tersebut, 291 orang merupakan warga negara asing dan 93 lainnya warga Nepal.

Badan tersebut menyebutkan, pihaknya masih berupaya memverifikasi keberadaan dan status keselamatan para turis dan pelancong yang berada atau sedang melintas di kawasan terdampak. Sebagian besar turis asing yang hilang sedang mengikuti perjalanan yang diorganisir oleh perusahaan pariwisata dan travel.

"We are closely tracking developments and remain in close contact with Nepali authorities," demikian pernyataan Kedutaan Besar AS di Kathmandu melalui akun X, terkait bencana yang terjadi di Nepal, Rabu (26/8).

Kedutaan Besar AS menuturkan, pihaknya berupaya mendata warga negara AS yang mungkin terdampak bencana ini. Otoritas AS turut mengimbau warganya untuk menghindari kawasan yang terkena banjir.

Tiga wisatawan asal AS yang hilang tercatat sedang melakukan perjalanan bersama agen wisata lokal bernama Fishtail Tours and Travel. Agen tersebut mengonfirmasi kepada media asing bahwa tiga warga negara AS memang termasuk dalam rombongan yang mereka bawa dan kini belum diketahui keberadaannya.

Selain warga AS, kementerian luar negeri Italia turut melaporkan 90 warganya berada di kawasan terdampak dan belum diketahui nasibnya. Angka tersebut menjadikan Italia sebagai salah satu negara dengan jumlah turis hilang terbanyak dalam insiden ini.

Rincian kewarganegaraan turis yang hilang turut mencakup 142 warga India, 17 warga Malaysia, 12 warga Inggris, delapan warga Korea Selatan, empat warga Afrika Selatan, satu warga Australia, dan satu warga Belanda. Kewarganegaraan 111 orang lainnya belum berhasil dipastikan.

Sebagian turis asal India dan diaspora India diperkirakan sedang menjalani ibadah ziarah ke Gunung Kailash di kawasan otonomi Tibet, China, yang menjadi situs suci bagi umat Hindu. Sementara itu, sejumlah warga Korea Selatan yang hilang diketahui bekerja di proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air di Nepal.

Kementerian Luar Negeri Malaysia turut mengonfirmasi kehilangan kontak dengan 11 warganya yang diyakini berada di distrik Rasuwa, salah satu kawasan yang paling parah terdampak banjir.

Kondisi medan Nepal yang berbukit, dipenuhi lembah dalam dan ngarai sempit, disebut menjadi tantangan tersendiri bagi operasi pencarian dan pertolongan di lapangan. Helikopter penyelamat dilaporkan kesulitan mendarat di kawasan Syapru Besi dan Timure akibat genangan air yang masih tinggi.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Nepal, dan bencana dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.