Periskop.id - Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang, nuansa nasionalisme tidak hanya terasa dari kibaran bendera merah putih di jalanan. Rasa cinta tanah air rupanya telah terpatri secara abadi dalam identitas kependudukan masyarakat Indonesia melalui pemberian nama anak.

Fenomena menarik ini terungkap berdasarkan pemaparan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri melalui kanal YouTube resminya pada Senin (3/8). Data kependudukan tersebut mencatat setidaknya ada 16 nama pahlawan nasional yang paling favorit dan paling banyak disematkan oleh para orang tua di tanah air.

Kartini dan Sudirman Jadi Nama Pahlawan Paling Populer

Berdasarkan data Dukcapil Kemendagri, pahlawan emansipasi wanita Raden Ajeng Kartini menjadi tokoh yang namanya paling banyak digunakan oleh penduduk Indonesia. Tercatat ada sebanyak 92.143 orang yang menyandang nama Kartini.

Di posisi kedua, nama Panglima Besar Jenderal Sudirman diwakili dengan nama “Sudirman” menempati urutan berikutnya dengan jumlah mencapai 35.326 penduduk. Menariknya, ejaan lama Soedirman juga terdaftar secara terpisah dan digunakan oleh 234 orang.

Berikut adalah deretan nama pahlawan nasional lainnya yang menghiasi catatan kependudukan warga Indonesia:

  • Hatta: 20.790 penduduk
  • Hasanuddin: 12.199 penduduk
  • Dewi Sartika: 8.190 penduduk
  • Antasari: 2.306 penduduk
  • Soekarno: 1.996 penduduk
  • Diponegoro: 838 penduduk
  • Pattimura: 686 penduduk
  • Cut Meutia: 257 penduduk
  • Teuku Umar: 78 penduduk
  • Hajar Dewantara: 47 penduduk
  • Imam Bonjol: 15 penduduk
  • Cut Nyak Dien: 13 penduduk
  • Sam Ratulangi: 11 penduduk

Kata Merdeka, Garuda, dan Indonesia

Tidak hanya nama para pejuang, simbol serta kata-kata identik yang sarat akan nilai patriotisme menjelang momen 17 Agustus juga menjadi inspirasi pemberian nama anak di Indonesia.

Data Dukcapil mencatat kata Merdeka menjadi nama nasionalis yang paling banyak disandang oleh masyarakat, yakni mencapai 3.642 penduduk. Pemberian nama ini acap kali berhubungan dengan lahirnya sang anak yang bertepatan dengan bulan kemerdekaan.

Selain itu, lambang negara burung Garuda juga diabadikan sebagai nama oleh 1.534 penduduk di berbagai wilayah tanah air. Nama negara tercinta, Indonesia, turut terdaftar secara resmi sebagai nama diri dari 764 orang warga negara. Kehadiran nama-nama ini menjadi bukti nyata bagaimana semangat kebangsaan terus mengalir kuat di tengah masyarakat Indonesia.