Ketenagakerjaan

Hadapi 7,2 Juta Pengangguran, Menteru UMKM: Semangat Wirausaha Masih Langka

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menantang mahasiswa mengubah pola pikir dari pencari kerja jadi pencipta lapangan kerja di tengah 7,2 juta pengangguran.

1 hari yang lalu · 2 mnt baca
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, inkubator, dpr, umkm
Tangkapan layar Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (18/5). Foto oleh Periskop.id/Rheza
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong mahasiswa mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Ajakan ini muncul di tengah data 7,2 juta pengangguran dan 85,3 juta pekerja informal di Indonesia.

Menurutnya, wirausaha menjadi jalan keluar strategis untuk menekan dua masalah tersebut. Maman menilai ukuran keberhasilan lulusan kampus seharusnya bukan lagi soal secepat apa mendapat pekerjaan, melainkan seberapa berani membangun bisnis sendiri.

"Masih sangat jarang yang berpikir, bagaimana caranya saya lulus cepat, setelah itu saya menjadi pencipta pekerja atau entrepreneur," kata Menteri Maman dalam orasi ilmiah di Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (26/8).

Maman menjelaskan, penambahan jumlah wirausahawan akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menekan angka pengangguran secara bersamaan.

"Kalau jumlah entitas atau pengusahanya semakin banyak, maka tingkat pertumbuhan ekonomi sebuah negara konsekuensinya akan semakin meningkat. Salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran adalah mendorong kampus sebagai laboratorium atau inkubator untuk menghasilkan pengusaha-pengusaha hebat di Tanah Air," ujar Menteri Maman.

Untuk mewujudkan hal itu, Kementerian UMKM siap berkolaborasi dengan perguruan tinggi lewat sejumlah langkah strategis.

Langkah pertama adalah memperkuat inkubasi bisnis kampus sebagai wadah pelatihan, pendampingan, hingga akses ekosistem usaha. Maman mencontohkan pengusaha Chairul Tanjung yang merintis usahanya dari jualan buku dan fotokopi saat masih kuliah.

Langkah lain mencakup komersialisasi riset kampus, kemudahan perizinan lewat sinergi dengan pemerintah daerah, dan pemanfaatan platform digital SAPA UMKM. Layanan ini diharapkan memperluas akses pelatihan, pembiayaan, serta pemasaran bagi 57 juta pelaku UMKM.

"Sebagus apa pun hasil riset yang dimiliki kampus, jangan hanya menjadi pajangan di laboratorium. Bagaimana hasil riset tersebut mampu memberikan efek atau nilai komersial, memberikan nilai tambah dan pemberdayaan bagi dosen maupun mahasiswa yang terlibat," ujar Menteri Maman.

Data United Nations Development Programme (UNDP) menunjukkan 81% anak muda Indonesia berminat menjadi wirausaha. Maman mengingatkan mahasiswa agar responsif terhadap perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) demi menangkap peluang bisnis baru.

"Artinya, tantangan kita ke depan tidak sederhana. Kita harus mulai mengubah cara melihat masa depan dengan bergandengan tangan antara pemerintah, sivitas akademika, dan mahasiswa untuk memberikan bekal menghadapi tantangan global," ungkap Menteri Maman.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Maman Abdurrahman, Kementerian UMKM, dan Universitas Sumatera Utara (USU) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.