Keuangan

Prabowo Umumkan Indonesia Financial Center Berada di Jakarta dan Bali

Presiden Prabowo Subianto umumkan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dengan lokasi awal Jakarta, disusul Bali dan kawasan lain

1 minggu yang lalu · 4 mnt baca
Prabowo Umumkan Indonesia Financial Center Berada di Jakarta dan Bali
Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI 2026, Jakarta, Jumat (14/8). Foto: Setpres.dok
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia atau PFII. Pengumuman ini disampaikan dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027.

Prabowo menjelaskan, Jakarta telah ditetapkan sebagai lokasi awal dari pusat keuangan internasional tersebut. Ia menyebut istilah resmi dalam bahasa Inggris untuk pusat finansial baru ini.

"Hari ini saya umumkan rencana lokasi Indonesia Financial Center atau pusat finansial internasional Indonesia, disingkat PFII," kata Prabowo dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027, Jakarta, Jumat (14/8).

Ia merinci, rencana perluasan lokasi PFII ke wilayah lain di luar Jakarta pada tahap berikutnya. Prabowo menyebut Bali sebagai lokasi ekspansi berikutnya, dengan kemungkinan penambahan kawasan lain di masa depan.

"Kita telah tentukan lokasi sementara PFII di Jakarta. Dan begitu bisa kita buka juga PFII di Bali. Dan mungkin ada kawasan lain di bagian lain dari Republik Indonesia yang menarik bagi dana-dana besar dari luar negeri," ujar Prabowo.

Ia menjelaskan, visi besar dari PFII sebagai representasi wajah baru sektor keuangan Indonesia di mata dunia. Prabowo menyebut fokus utama PFII pada investasi teknologi finansial, arbitrase, dan penyelesaian sengketa komersial berstandar internasional.

"PFII ini akan menjadi wajah baru pusat-pusat keuangan kita. Jakarta dan mungkin nanti Bali sebagai pusat keuangan investasi teknologi finansial, arbitrase dan penyelesaian sengketa komersial berstandar dunia," tegas Prabowo.

Ia menegaskan tujuan akhir dari pembangunan PFII adalah menjadikan Indonesia sebagai tempat yang dipercaya oleh modal dan talenta terbaik dunia. Prabowo menyampaikan ambisi agar transaksi kekayaan Indonesia dapat diselesaikan sepenuhnya di dalam negeri.

"Kita membangun PFII agar modal dunia menemukan kepastian di Indonesia. Talenta terbaik bekerja di Indonesia. Dan transaksi atas kekayaan Indonesia diselesaikan di Indonesia," papar Prabowo.

Ia menutup pengumuman ini dengan menegaskan peran strategis Jakarta dan Bali sebagai titik awal penghimpunan modal dunia untuk pembiayaan masa depan Indonesia. Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 ini digelar dalam rangka pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 DPR RI.

"Untuk awalnya Jakarta dan Bali harus menjadi tempat modal dunia dihimpun dan masa depan Indonesia dibiayai," tambah Prabowo.

LP PFII Berpotensi Tarik Investasi Rp500 Triliun

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan pembentukan Lembaga Pengelola Pusat Finansial Internasional Indonesia (LP PFII) berpotensi menarik investasi global hingga Rp500 triliun. Estimasi tersebut masih bersifat awal dan bergantung pada sejumlah asumsi, termasuk daya saing Indonesia dengan pusat keuangan internasional lain di kawasan.

Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu, Herman Saheruddin, mengatakan proyeksi investasi yang masuk melalui LP PFII berada pada kisaran Rp300 triliun hingga Rp500 triliun berdasarkan perhitungan moderat pemerintah.

"Nah, gambaran awal intinya, dana awal itu kita masih estimate sekarang. Paling enggak kalau kita estimate, ya sekitar mungkin dari hitungan kita yang moderat sekitar Rp300–Rp500 triliun. Tapi sekali lagi itu kan tergantung dari asumsi, kita kan bersaing dengan Singapura," kata Herman kepada media di Jakarta, dikutip Kamis (9/7).

Ia menjelaskan, nilai tersebut merupakan potensi investasi global yang dapat masuk ke Indonesia apabila pusat finansial internasional tersebut mulai beroperasi.

Menurutnya, skema yang ditawarkan memungkinkan investor asing berinvestasi dengan mekanisme yang lebih fleksibel dibandingkan ketentuan yang berlaku saat ini.

"Investasi global. Kalau kita buka ini kan investor asing masuk. Bentuknya apa, apakah mereka membuka cabang asing atau membentuk perusahaan incorporated di situ. Kalau sekarang mereka masuk kan harus ada batas kepemilikan asing. Kalau di sini berbeda. Di internasional ini kan berlaku misalnya common law dan semacamnya," paparnya.

Herman mengatakan estimasi investasi sebesar Rp500 triliun akan berasal dari satu pusat finansial internasional terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan ekspansi ke lokasi lain. Menurutnya, tujuan utama pembentukan pusat finansial internasional adalah menarik investasi dan memperluas akses pendanaan jangka panjang bagi perekonomian nasional.

"Intinya kita mulai dari satu dulu. Yang penting workable dulu. Fokusnya investasi, agar pendanaan jangka panjang bisa masuk," imbuhnya.

Sementara itu, mengenai sumber modal awal LP PFII, Herman memastikan pendanaan sementara tidak akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah masih mengkaji berbagai opsi pendanaan, termasuk kemungkinan dukungan dari Danantara.

"Modal awal? Untuk sementara prinsipnya tidak dari APBN. Karena Danantara sudah punya. Nanti kita lihat, masih dikaji," tutup Herman.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, Nota Keuangan, dan RAPBN 2027 dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.