Pendidikan

Presiden Janji Sekolah NU Terima Layar Interaktif Lebih Banyak dari Sekolah Negeri

Prabowo mengakui sekolah dan pesantren NU belum menerima layar interaktif, lalu menjanjikan tambahan lebih banyak dari sekolah negeri.

3 jam yang lalu · 3 mnt baca
prabowo, mukhtamar nu
Presiden Prabowo Subianto dalam Mukhtamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Jombang, Kamis (27/8). Tangkapan layar Periskop.id
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto meminta maaf kepada Nahdlatul Ulama (NU) dalam amanat penutup di Muktamar Ke-35 NU, Jombang, Kamis. Ia mengakui sekolah dan pesantren di bawah NU belum menerima layar interaktif seperti sekolah negeri.

Prabowo menyebut hal itu sebagai akibat kekeliruan administrasi. Menurutnya, ada pembagian kewenangan yang membuat penyaluran sempat terlewat ke sekolah-sekolah NU.

"Saya mau minta maaf kepada Nahdlatul Ulama. Minta maaf. Karena saya baru tahu bahwa layar interaktif, panel, banyak sekolah-sekolah, pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama yang belum menerima. Ini adalah ketlingsutnya administrasi," ujar Prabowo dalam amanat penutup Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8).

Ia menjelaskan, kekeliruan itu bukan kesalahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Sekolah negeri berada di bawah kewenangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sementara sekolah di bawah NU diurus Kementerian Agama.

"Menteri Pendidikan, beliau tidak salah, karena Dikdasmen mengurus sekolah-sekolah negeri, ya. Sekolah-sekolah di bawah NU diurus oleh Menteri Agama, benar. Tidak ada masalah," ujarnya.

Meski penyaluran sempat tertunda, Prabowo memastikan seluruh ruang kelas sekolah NU akan menerima layar interaktif, setara dengan sekolah negeri. Ia bahkan menjanjikan jumlah tambahan yang lebih besar untuk NU dibanding porsi sekolah negeri tahun ini.

"Walaupun terlambat, semua ruang kelas sekolah-sekolah NU akan menerima layar interaktif, sama dengan semua sekolah negeri. Tahun yang lalu semua sekolah negeri terima satu layar, satu ruang kelas. Tahun ini sekolah-sekolah negeri semuanya akan menerima tambahan tiga. Tapi NU segera akan menerima langsung empat," ujar Prabowo.

Dengan tambahan tersebut, ia menilai komitmennya kepada NU sudah mulai terpenuhi. Prabowo menyampaikan permintaan maafnya di tengah rangkaian amanat yang lebih luas soal hubungan pemerintah dengan NU dan Muhammadiyah.

Sebelumnya, dalam amanat yang sama, ia menegaskan pemerintah tidak bisa lepas dari dukungan dua organisasi tersebut. Ia menyebut keduanya sebagai aset bangsa yang sangat besar.

"Jadi kalau saya sebagai presiden, ya, mandataris rakyat, ya jelas, tanpa dukungan NU dan Muhammadiyah tidak mungkin saya jadi mandataris rakyat," ujarnya.

Amanat penutup itu disampaikan Prabowo setelah sambutan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan khutbah iftitah Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dalam pembukaan Muktamar Ke-35 NU. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut hadir bersama sejumlah pejabat dan tokoh, termasuk Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin, serta Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Muktamar Ke-35 NU berlangsung pada 27 sampai 31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Agenda paling menentukan dijadwalkan Sabtu, 29 Agustus 2026, berupa pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi, penetapan Rais Aam, dan pemilihan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026 sampai 2031.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, dan Nahdlatul Ulama (NU) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.