iklan periskop
Nasional

Prabowo Minta Petugas Gempa NTT Diberi Penghargaan Nyata, Bukan Sekadar Terima Kasih

Prabowo meminta petugas yang bekerja keras menangani gempa NTT mendapat penghargaan nyata. Korban meninggal terbaru tercatat 105 orang

3 jam yang lalu · 4 mnt baca
prabowo, NTT
Presiden Prabowo Subianto meninjau posko pengungsian di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 26 Agustus 2026. dok. BPMI Setpres-Rusman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah daerah memberikan penghargaan nyata kepada petugas yang bekerja keras dan berkorban dalam penanganan gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Prabowo, apresiasi terhadap mereka tidak seharusnya berhenti pada ucapan terima kasih.

Instruksi tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan dan percepatan pemulihan pascagempa di Posko Penanganan Gempa Bumi Batalyon Yonif TP 834/Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8/2026). Presiden meminta gubernur dan para bupati mengidentifikasi petugas di lapangan yang menunjukkan dedikasi tinggi selama penanganan bencana.

"Sekali lagi saudara-saudara, periksa, cek anak buahmu yang kerja keras, catat. Rakyat kita, anak buahmu semua yang kerja keras, yang kerja benar, yang berkorban," kata Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan dampak gempa NTT di Desa Tonggurambang, Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu.

Menurut Prabowo, pemerintah perlu memastikan kontribusi orang-orang yang bekerja di tengah kondisi darurat tersebut tercatat dan memperoleh penghargaan yang layak.

"Siapa yang bekerja keras, siapa yang berkorban dan itu dicatat, dan itu kita harus memberi penghargaan," ujarnya.

Prabowo kemudian menekankan bahwa bentuk apresiasi sebaiknya memberikan manfaat yang benar-benar dapat dirasakan petugas.

"Dan penghargaan itu kita berikan dalam bentuk yang bisa dirasakan. Kadang-kadang jangan cukup hanya dengan terima kasih. Itu oke daripada tidak terima kasih, tetapi harus ada wujud nyata," katanya.

Presiden tidak menjelaskan secara terperinci bentuk penghargaan yang dimaksud, apakah berupa insentif, penghargaan kedinasan, maupun bentuk apresiasi lainnya. Ia menyerahkan pencatatan petugas berprestasi kepada kepala daerah masing-masing.

"Tadi ada yang menyampaikan, Bupati menyampaikan jam 12.00 malam, Gubernur yang bekerja keras itu, ini dicatat," ujarnya.

Korban Gempa NTT Bertambah Menjadi 105 Orang

Instruksi tersebut disampaikan ketika operasi tanggap darurat masih berlangsung di sejumlah wilayah Flores. Data dalam laporan awal, Selasa (25/8/2026) masih mencatat 103 korban meninggal dunia. Namun, laporan terbaru Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto kepada Presiden pada Rabu memperbarui jumlah korban menjadi 105 orang meninggal dunia.

BNPB juga mencatat 1.678 orang luka-luka, 179.037 warga masih mengungsi, dan 81.436 rumah mengalami kerusakan. Hingga Rabu, gempa susulan yang dirasakan masyarakat telah terjadi sebanyak 143 kali.

Jumlah pengungsi tersebut sebenarnya sudah berkurang 6.094 jiwa dibandingkan catatan sebelumnya karena sebagian warga memilih kembali ke rumah setelah memastikan bangunan mereka cukup aman. BNPB menegaskan proses kepulangan dilakukan atas kesediaan warga dan bukan karena paksaan.

Gempa berdampak langsung pada tujuh kabupaten di Flores, mulai dari Manggarai Barat hingga Sikka. “Kemudian, yang terdampak itu ada tujuh kabupaten, Bapak Presiden. Jadi, dari mulai Labuan Bajo itu Manggarai Barat, kemudian Manggarai, Manggarai Timur, Kabupaten Nagekeo di sini, Bapak Presiden, kemudian Ngada, Ende, dan Sika,” ucap Suharyanto.

bantuan kemanusiaan, BNPB
Pos Dukungan Logistik Nasional (Posduklognas) di Baseops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menyiapkan dan mendistribusikan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). dok. Humas BNPB.

Prabowo Turun Langsung ke Nagekeo

Dalam kunjungan ke NTT, Prabowo tidak hanya memimpin rapat koordinasi. Presiden juga meninjau langsung kondisi masyarakat dan posko pengungsian di Kabupaten Nagekeo untuk memastikan bantuan pemerintah berjalan serta kebutuhan warga terpenuhi.

Rapat tersebut dihadiri jajaran pemerintah pusat dan daerah, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena serta kepala daerah terdampak.

Prabowo turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat yang bergerak sejak gempa terjadi pada 15 Agustus.

Penanganan tidak hanya berfokus pada korban dan pengungsi. Menteri PU Dody Hanggodo melaporkan seluruh jalan dan jembatan nasional yang sebelumnya tertutup longsor akibat gempa telah kembali dapat dilalui.

“Jadi mulai hari pertama, hari Sabtu itu, sesuai dengan bimbingan Pak Kepala BNPB, kami buka semua jalan nasional, Pak,” ucap Dody.

Pemerintah juga mulai membahas persoalan jangka menengah, termasuk penyediaan air bersih di wilayah yang memiliki sumber air terbatas. Prabowo bahkan meminta opsi teknologi desalinasi dikaji, terutama untuk Pulau Palue di Kabupaten Sikka.

Pemerintah Kucurkan Rp200 Miliar

Selain dukungan logistik dan personel, pemerintah mengalokasikan Rp200 miliar bantuan kemasyarakatan untuk memperkuat penanganan bencana di NTT.

Sebanyak Rp40 miliar diberikan kepada Pemerintah Provinsi NTT. Sementara delapan kabupaten, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur, masing-masing memperoleh Rp20 miliar. Flores Timur ikut memperoleh bantuan karena wilayah tersebut masih menghadapi dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Bantuan itu telah diterima pemerintah daerah. BNPB juga menegaskan dana tersebut tidak boleh digunakan untuk keperluan di luar penanganan bencana.

Dengan jumlah korban dan kerusakan yang masih besar, fokus pemerintah kini bergerak bersamaan antara penanganan pengungsi, pemulihan infrastruktur, penyediaan kebutuhan dasar, dan persiapan rehabilitasi kawasan terdampak.

Di tengah proses tersebut, instruksi Prabowo agar petugas lapangan memperoleh penghargaan nyata menjadi pesan kepada pemerintah daerah untuk tidak hanya mengevaluasi hasil penanganan bencana, tetapi juga mencatat mereka yang bekerja di garis depan sejak hari pertama.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, Relawan, dan Gempa NTT dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.