Nasional

Sambil Bercanda, Prabowo Minta Kartu Anggota NU ke Ketum PBNU

Di sela amanat penutup, Prabowo menagih kartu anggota NU ke Gus Yahya dan membuka peluang hadir lagi di penutupan muktamar.

3 jam yang lalu · 2 mnt baca
prabowo, mukhtamar nu
Presiden Prabowo Subianto dalam Mukhtamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Jombang, Kamis (27/8). Tangkapan layar Periskop.id
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menagih kartu anggota Nahdlatul Ulama (NU) kepada Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. Permintaan itu ia sampaikan di sela amanat penutup Muktamar Ke-35 NU, Jombang, Kamis.

Ia menyebut permintaan tersebut sudah lama disampaikan, namun belum juga dipenuhi. Prabowo lantas menyebut Gus Yahya, sapaan akrab Yahya Cholil Staquf, berutang kartu keanggotaan kepadanya.

"Cuma, Gus Yahya, aku dari dulu minta kartu NU. Jadi masuk utang sama saya, ya. Kalau bisa sebelum penutupan muktamar lah," ujar Prabowo dalam amanat penutup Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8).

Permintaan itu ia kaitkan langsung dengan agenda penutupan Muktamar Ke-35 NU yang dijadwalkan 31 Agustus 2026. Prabowo menyebut kesediaannya hadir kembali ke Jombang bergantung pada terpenuhinya permintaan kartu tersebut.

"Kalau penutupan tanggal 31, benar ya? Kalau ada kartu anggota, aku datang lagi tanggal 31," ujarnya.

Pernyataan itu muncul di tengah amanat yang lebih luas soal kedekatan pemerintah dengan NU dan Muhammadiyah. Sebelum menagih kartu, Prabowo lebih dulu menegaskan pemerintah tidak bisa lepas dari dukungan dua organisasi tersebut.

Ia menyebut keduanya sebagai aset bangsa yang sangat besar, sejalan dengan pandangan Ketua Umum PBNU dan Rais Aam PBNU yang disampaikan sebelumnya dalam rangkaian acara yang sama.

"Yang disampaikan oleh Gus Yahya itu sangat benar, juga oleh Kiai Hasib. Kalau bangsa ini mau bangkit dan mau aman, pemerintah, umaro, harus selalu dekat dengan Nahdlatul Ulama, dan juga Muhammadiyah," ujar Prabowo.

Momen bercanda soal kartu anggota itu berlangsung singkat sebelum Prabowo melanjutkan amanatnya ke sejumlah klaim capaian pemerintah. Rangkaian amanat itu turut mencakup permintaan maaf Prabowo soal penyaluran layar interaktif ke sekolah-sekolah NU.

Amanat penutup disampaikan Prabowo setelah sambutan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan khutbah iftitah Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dalam pembukaan Muktamar Ke-35 NU.

Muktamar Ke-35 NU berlangsung pada 27 sampai 31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Agenda paling menentukan dijadwalkan Sabtu, 29 Agustus 2026, berupa pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi, penetapan Rais Aam, dan pemilihan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026 sampai 2031.

"Jadi utang saya kepada NU sudah agak terpenuhi," ujar Prabowo, merujuk pada janjinya soal tambahan layar interaktif untuk sekolah-sekolah NU.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, dan Nahdlatul Ulama (NU) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.