Periskop.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah DKI Jakarta pada Kamis, 30 Juli 2026, akan mengalami perubahan sepanjang hari.

Kondisi pagi diperkirakan masih didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan tebal, namun memasuki siang dan malam sejumlah wilayah berpotensi diguyur hujan, termasuk hujan yang disertai petir di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan, disarankan untuk menyiapkan perlengkapan seperti payung atau jas hujan, terutama saat memasuki siang hingga malam hari.

Pada periode pagi atau pukul 07.00 hingga 13.00 WIB, sebagian besar wilayah Jakarta diprakirakan berada dalam kondisi cerah berawan hingga berawan tebal.

Cuaca tersebut masih cukup mendukung berbagai aktivitas masyarakat, meski langit diperkirakan mulai tertutup awan di beberapa kawasan.

Memasuki siang hingga sore hari, tepatnya pukul 13.00 hingga 19.00 WIB, kondisi cuaca berubah menjadi berawan tebal dengan potensi hujan ringan di sejumlah wilayah DKI Jakarta.

Sementara itu, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan diperkirakan berpotensi mengalami hujan disertai petir sehingga warga di kedua wilayah tersebut diimbau lebih berhati-hati saat berkendara maupun beraktivitas di luar ruangan.

Pada malam hari hingga dini hari atau pukul 19.00 hingga 01.00 WIB, langit Jakarta masih didominasi awan tebal dengan peluang hujan ringan di beberapa wilayah.

Adapun Jakarta Timur dan Jakarta Selatan masih berpotensi diguyur hujan petir sehingga masyarakat diminta tetap mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi dalam waktu singkat.

Untuk kondisi suhu udara, BMKG memperkirakan temperatur di Jakarta berada pada kisaran 25 hingga 33 derajat Celsius.

Sementara itu, tingkat kelembapan udara diperkirakan berkisar antara 45 hingga 84 persen, sehingga udara akan terasa cukup hangat dengan kelembapan yang relatif tinggi pada beberapa waktu.

BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada Kamis, 30 Juli 2026.

Meski demikian, masyarakat tetap disarankan memantau perkembangan prakiraan cuaca terbaru sebelum beraktivitas, mengingat kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.