Periskop.id - Nadin Amizah merilis single terbaru berjudul "Moonlight" pada Jumat (7/8). Lagu ini menjadi pembuka album ketiga penyanyi berusia 26 tahun itu, bertajuk "Laika, Yang Ditinggalkan".
Nadin menjelaskan, meski baru dirilis resmi hari ini, Moonlight sebenarnya bukan lagu baru. Ia mengaku telah menulis lagu tersebut sejak masih duduk di bangku SMA dan sempat beberapa kali membawakannya di atas panggung, meski belum pernah direkam maupun dirilis secara resmi.
"Terutama zaman-zaman Sorai dan Rumpang, waktu belum punya album. Jadi setengah nostalgia," kata Nadin dalam keterangan resmi, Jumat (7/8).
Nadin memaparkan, lirik Moonlight sengaja dibuat berbahasa Inggris, berbeda dari sebagian besar karyanya yang berbahasa Indonesia. Menurutnya, pilihan itu berkaitan dengan waktu penciptaan lagu yang jauh mendahului kariernya sebagai solois.
"Lagi-lagi, karena ini lagu lama. Ditulis waktu SMA, bahkan sebelum 'Nadin Amizah' seperti yang dikenal sekarang ada," ujarnya.
Nadin menuturkan, Moonlight dipilih sebagai single pembuka karena dinilai mampu menggambarkan suasana yang ingin ia bangun dalam album Laika, Yang Ditinggalkan.
"'Moonlight' sonically cocok banget buat memperkenalkan dunia Laika. Sebelum mengenal sosoknya, aku rasa kita harus tahu semestanya lebih dahulu," kata Nadin.

Nama Laika diambil dari anjing yang dikirim Uni Soviet ke luar angkasa pada 1957. Kisah tersebut, menurut Nadin, menjadi inspirasi utama dalam penggarapan album ketiganya.
Album Laika, Yang Ditinggalkan digarap bersama 10 produser, di antaranya Lafa Pratomo, Baskara Putra, Enrico Octaviano, Otta Tarega, dan Feby Putri. Khusus untuk lagu Moonlight, Nadin menggandeng Dissa Kamajaya.
Nadin mulai dikenal publik lewat single Rumpang yang dirilis pada 2018. Sejak saat itu, ia merilis sejumlah lagu populer seperti Sorai, Bertaut, Amin Paling Serius, dan Rayuan Perempuan Gila, serta dua album studio berjudul Selamat Ulang Tahun (2020) dan Untuk Dunia, Cinta, & Kotornya (2023).
Pada 2025, Nadin tercatat sebagai artis perempuan Indonesia yang paling banyak didengarkan di Spotify. Kariernya juga sudah diganjar empat piala AMI Awards, termasuk kategori Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik pada 2019, 2020, dan 2024, serta Pendatang Baru Terbaik pada 2019.
"Kisah Laika punya impact yang cukup besar untukku. Terutama melihat bagaimana setiap makhluk berusaha mengisi kekosongan dalam dirinya, mendambakan cinta, mencari arti rumah, hingga satu waktu berubah menjadi amarah."
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar