Periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, pemerintah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi dampak konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Strategi itu dilakukan melalui diversifikasi sumber energi dan pengembangan biodiesel B50 guna menjaga ketahanan energi nasional.

Menurut AHY, langkah tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri koordinator, menteri teknis, pimpinan TNI, Polri, serta Kejaksaan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

"Intinya kita membahas dan sekaligus melakukan prediksi terhadap perkembangan situasi dunia, termasuk mengantisipasi jika perang berlarut di Timur Tengah sehingga berpengaruh pada pasokan energi dunia dan harga minyak," kata AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7).

Menurutnya, pemerintah tidak hanya memantau perkembangan situasi global, tetapi juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi apabila konflik di Timur Tengah terus berlangsung. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi rantai pasok energi dunia sekaligus mendorong kenaikan harga minyak.

AHY menjelaskan, penguatan ketahanan energi menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Upaya itu dilakukan melalui diversifikasi sumber energi, termasuk mempercepat pengembangan program biodiesel B50.

Selain sektor energi, menurut AHY, pemerintah juga berupaya memastikan gejolak global tidak mengganggu agenda pembangunan nasional, terutama pada sektor pangan. Fokus tersebut disebut tetap menjadi prioritas di tengah dinamika ekonomi dunia.

"Termasuk tentunya kita berharap tidak terlalu berpengaruh pada fokus pembangunan kita di sektor pangan," ujarnya.

Lebih lanjut, AHY mengatakan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan mendukung berbagai program prioritas pemerintah melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan konektivitas. Menurutnya, dukungan tersebut dibutuhkan agar pelaksanaan program berjalan lebih optimal.

"Kalau kami dari sisi infrastruktur, tentunya ingin mendukung agar apa yang menjadi prioritas negara dapat kami dukung dengan baik melalui infrastruktur dan konektivitas," katanya.

Dalam rapat itu, pemerintah juga membahas perkembangan ekonomi nasional serta sejumlah kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Menurut AHY, berbagai langkah tersebut disiapkan untuk menjaga efektivitas pelaksanaan program pemerintah di tengah tantangan global.

"Pada umumnya tentang ekonomi dan bagaimana pemerintah bisa terus hadir melalui kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat untuk membantu masyarakat kita yang membutuhkan, dan menyiapkan berbagai kebijakan yang lebih menyederhanakan lagi. Kira-kira begitu," pungkas AHY.