iklan periskop
Nasional

Koperasi Merah Putih Kini Bisa Jadi Offtaker, Punya Angkutan Sendiri

Presiden Prabowo Subianto ungkap Koperasi Merah Putih kini bisa jadi offtaker hasil panen dan punya angkutan sendiri untuk cegah panen rusak.

1 minggu yang lalu · 3 mnt baca
Koperasi Desa, Koperasi Kelurahan, Koperasi Merah Putih, Kopdes, Kopkel
Warga melintas di depan gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (23/7/2025). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkap perkembangan terbaru fungsi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang kini dapat berperan sebagai pembeli hasil pertanian dan perikanan langsung dari masyarakat. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026.

Prabowo menegaskan kembali capaian jumlah koperasi yang telah berdiri sebagai pusat ekonomi rakyat. Ia merinci status operasional dari total koperasi yang telah dibentuk hingga saat ini.

"Tadi saya sudah singgung, kita membangun koperasi desa dan kelurahan Merah Putih sebagai pusat ekonomi rakyat. Per hari ini sudah 10.000 koperasi beroperasi. Dari jumlah itu, 3.300 koperasi telah beroperasi secara optimal, sementara sisanya masih dalam masa penyesuaian," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).

Ia menjelaskan definisi operasional optimal mencakup ketersediaan sarana dasar hingga sistem pemantauan digital. Prabowo merinci indikator yang menjadi tolok ukur keberhasilan operasional koperasi tersebut.

"Operasional optimal artinya semua sarana sudah tersedia. Listrik, air, dan semua berjalan. Stok bisa dimonitor melalui sistem digital terpusat," ujar Prabowo.

Prabowo mengungkap fungsi baru dari koperasi yang telah beroperasi optimal, yakni sebagai pembeli langsung hasil produksi masyarakat. Ia menambahkan koperasi kini juga dilengkapi dengan sarana transportasi sendiri.

"Koperasi sudah bisa menjadi offtaker. Koperasi menjadi pembeli hasil pertanian dan perikanan setempat. Koperasi sudah memiliki angkutannya sendiri," tegas Prabowo.

Ia menyebut perkembangan ini sebagai capaian yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah koperasi di Indonesia. Kelengkapan armada angkutan menjadi pembeda utama dari skema koperasi sebelumnya.

"Ini saya kira pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia. Bahwa koperasi diorganisir, dibantu, dan dilengkapi dengan angkutannya sendiri," papar Prabowo.

Prabowo menjelaskan manfaat konkret dari ketersediaan angkutan tersebut bagi para petani dan nelayan. Ia mencontohkan sejumlah komoditas pertanian yang selama ini rentan rusak akibat ketiadaan sarana pengangkutan.

"Tidak ada lagi nanti panen yang rusak karena tidak ada yang membeli. Karena tidak ada truk yang bisa mengambil panen tersebut. Mangga, rambutan, tomat, wortel yang rusak tidak akan terjadi lagi," tambah Prabowo.

Ia kembali menegaskan target ambisius jumlah koperasi yang beroperasi optimal hingga akhir tahun ini. Prabowo mengutip semboyan Presiden pertama RI Sukarno untuk menggambarkan filosofi di balik penetapan target tinggi tersebut.

"Target kita 30.000 koperasi beroperasi secara optimal pada akhir 2026. Kita ingat kata-kata Bung Karno, gantungkan cita-citamu setinggi langit. Kalau kau tidak berhasil, minimal kau jatuh di antara bintang-bintang," pungkas Prabowo.

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026 digelar menjelang peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Sidang Tahunan MPR dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.