iklan periskop
Nasional

Muzani Ingatkan Bahaya Manipulasi dan Kabar Bohong di Ruang Digital

Ketua MPR Ahmad Muzani mengingatkan bahaya kebencian dan hoaks di ruang digital, sekaligus mengajak masyarakat membangun budaya politik yang lebih beradab.

1 minggu yang lalu · 2 mnt baca
ahmad muzani, sidang tahunan mpr ri, prabowo
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Muzani saat Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI 2026, Jakarta, Jumat (14/8). Tangkapan layar TV Parlemen
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Ketua MPR Ahmad Muzani mengingatkan bahaya penyalahgunaan teknologi digital dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026. Ia menyoroti potensi ruang digital menjadi sarana penyebaran kebencian, fitnah, dan kabar bohong.

Muzani menjelaskan, teknologi digital di satu sisi telah memperluas ruang demokrasi bagi masyarakat. Setiap warga kini dapat menyampaikan pendapat dan terlibat dalam perdebatan publik secara lebih terbuka.

"Kini teknologi digital telah memperluas ruang demokrasi. Setiap warga dapat menyampaikan pendapat, memperoleh informasi, dan terlibat dalam perdebatan publik," ujar Muzani dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).

Di sisi lain, ia mengingatkan teknologi yang sama juga membawa risiko besar bagi ruang publik. Kecepatan penyebaran informasi negatif disebutnya belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah bangsa.

"Namun teknologi yang sama juga dapat menyebarkan kebencian, fitnah, manipulasi, dan kabar bohong dalam kecepatan yang belum pernah kita alami sebelumnya," tutur Muzani melanjutkan pidatonya.

Ia menegaskan, ruang publik tidak boleh dibiarkan dipenuhi bahasa yang merendahkan martabat manusia. Perbedaan politik, menurutnya, tidak boleh sampai merusak persahabatan dan menanamkan kebencian antarsesama anak bangsa.

"Kita tidak boleh membiarkan ruang publik dipenuhi dengan bahasa yang merendahkan martabat manusia," tegas Muzani.

Sebagai solusi, Muzani mengajak seluruh elemen bangsa membangun budaya politik yang lebih beradab. Ia merumuskan budaya tersebut sebagai sikap yang tegas dalam gagasan namun tetap santun dalam penyampaian.

"Marilah kita membangun budaya politik yang lebih beradab, yang berciri keras dalam gagasan, tapi santun dalam penyampaian, teguh dalam pendirian, tapi terbuka dalam musyawarah, berani mengkritik tapi tidak menghilangkan penghormatan kepada sesama," papar Muzani merinci ajakannya.

Ia turut menegaskan bahwa kekuatan demokrasi tidak diukur dari intensitas kecaman terhadap pihak lain. Muzani menyebut kebebasan berbicara justru harus disertai tanggung jawab agar demokrasi bisa berjalan lebih kuat.

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026 digelar menjelang peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus. "Demokrasi tidak akan menjadi lebih kuat karena kita semakin keras mencela. Demokrasi akan menjadi kuat jika kebebasan berbicara disertai tanggung jawab," pungkas Muzani.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Sidang Tahunan MPR dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.