iklan periskop
Nasional

Akses Bundaran HI Dibatasi, Ratusan Mahasiswa Bertahan di Depan UOB Plaza

Ratusan mahasiswa bertahan di depan UOB Plaza setelah akses ke Bundaran HI dibatasi aparat. Aksi BEM UI membawa delapan tuntutan dan berdampak pada lalu lintas Sudirman.

1 minggu yang lalu · 4 mnt baca
demonstrasi mahasiswa
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM UI mengelar demonstrasi di jalan Sudirman menuju Bundaran HI, Jakarta, Selasa (18/8). Periskop.id/ Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Ratusan mahasiswa masih bertahan di depan UOB Plaza, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, hingga Selasa (18/8/2026) sore setelah aparat membatasi akses massa menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). Massa tetap menggelar orasi di sekitar mobil komando, sementara barikade aparat masih berdiri di antara titik aksi dan Bundaran HI.

Berdasarkan pantauan hingga pukul 16.15 WIB, mahasiswa berkumpul di Jalan Jenderal Sudirman dan secara bergantian menyampaikan aspirasi melalui pengeras suara. Mereka sebelumnya bergerak dengan tujuan menggelar aksi di kawasan Bundaran HI.

Pergerakan tersebut kemudian tertahan setelah aparat kepolisian membentuk barikade di depan UOB Plaza. Pemerintah daerah dan kepolisian menetapkan kawasan Dukuh Atas di depan UOB sebagai titik penyampaian aspirasi dengan mempertimbangkan tingginya aktivitas masyarakat dan lalu lintas di koridor Sudirman-Thamrin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto sebelumnya mengatakan, lokasi tersebut telah dipersiapkan bagi massa. "Kami sudah mempersiapkan di lokasi Dukuh Atas, depan UOB, untuk bisa menjadi titik penyampaian aspirasi," ucapnya, Selasa (18/8).

Meski demikian, sejumlah mahasiswa masih meminta aparat membuka akses agar massa dapat melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI. Mereka bertahan sambil melakukan orasi dan konsolidasi di sekitar lokasi.

Jalur TransJakarta Ikut Terdampak

Konsentrasi massa di depan UOB Plaza turut memengaruhi mobilitas di Jalan Jenderal Sudirman. Sebagian peserta aksi berada di jalur TransJakarta sehingga pergerakan bus di sekitar lokasi ikut terdampak.

Pengendara yang hendak melintas di kawasan Sudirman-Thamrin juga perlu mengantisipasi perubahan kondisi jalan secara situasional. Sebelumnya, Dishub DKI Jakarta telah mengimbau masyarakat menghindari sejumlah kawasan yang berpotensi terdampak aksi, termasuk Jalan Jenderal Sudirman, Jalan M.H. Thamrin, Monas dan sekitar Gedung DPR/MPR RI.

Kepolisian menjelaskan pembatasan menuju Bundaran HI dilakukan karena kawasan tersebut memiliki aktivitas masyarakat yang tinggi, mulai dari perkantoran, perdagangan, transportasi hingga kegiatan lainnya.

"Kita bersama-sama hadir di sini, melihat bagaimana kepadatan arus lalu lintas, artinya sangat tinggi intensitas kegiatan dari warga masyarakat. Baik itu kegiatan dunia pendidikan, kegiatan perekonomian, peribadatan, ataupun kegiatan aktivitas dalam keseharian dalam lahan pekerjaan," ujar Budi.

Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak di sekitar lokasi disarankan mempertimbangkan jalur alternatif. Beberapa ruas yang berpotensi mengalami kepadatan akibat aksi antara lain Jalan Sudirman, M.H. Thamrin serta akses menuju Bundaran HI.

9.242 Personel Amankan Puluhan Kegiatan

Polda Metro Jaya menyiapkan 9.242 personel untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan di wilayah hukumnya pada Selasa. Jumlah tersebut tidak hanya ditempatkan untuk aksi mahasiswa di Sudirman, tetapi untuk mengawal berbagai agenda yang berlangsung secara bersamaan.

Polda Metro Jaya mencatat terdapat 47 kegiatan, terdiri atas 31 aksi penyampaian aspirasi di muka umum dan 16 kegiatan masyarakat lainnya.

"Kami sampaikan di wilayah hukum Polda Metro Jaya ada 47 kegiatan; 31 penyampaian aspirasi di muka umum dan 16 kegiatan aktivitas masyarakat," ungkap Budi.

Aparat gabungan TNI-Polri sebelumnya telah disiagakan di kawasan Sudirman, Thamrin dan sekitarnya. Pengamanan dilakukan bersamaan dengan pengaturan arus lalu lintas untuk mencegah aktivitas masyarakat di pusat Jakarta terganggu lebih luas.

BEM UI Bawa Delapan Tuntutan

Aksi di Jalan Sudirman merupakan bagian dari gerakan mahasiswa bertajuk #MerebutKemerdekaan yang salah satunya diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). Aksi tersebut digelar sehari setelah peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengatakan, demonstrasi digelar untuk menyuarakan persoalan yang menurut mahasiswa masih dirasakan masyarakat setelah 81 tahun Indonesia merdeka. Menyambut dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, lanjutnya, masih terdapat sejumlah permasalahan struktural yang menyisiri kehidupan rakyat. 

"Permasalahan ini hidup di setiap sektor, tetapi satu hal yang pasti, keberadaan permasalahan tersebut merupakan bukti bahwa rakyat belum merasa sepenuhnya merdeka," tutur Yatalathof.

 

Aksi massa dari BEM UI yang melaksanakan demonstrasi menuju Bundaran HI, Selasa (18/8). Periskop/Arief Rachman

 

 

BEM UI membawa delapan tuntutan. Isu yang disuarakan antara lain pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), reforma agraria, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, evaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN), serta penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Mahasiswa juga menyoroti pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) dan otonomi daerah, meminta status bencana nasional untuk Sumatera dan Flores serta percepatan pemulihannya, hingga menuntut penghentian tindakan represif dan intervensi TNI-Polri di ruang sipil.

Rencana awal BEM UI menempatkan Bundaran HI sebagai titik utama aksi mulai sekitar pukul 13.00 WIB. Massa terlebih dahulu berkumpul di Kampus UI, Depok, sebelum bergerak menuju Jakarta.

Namun hingga pukul 16.15 WIB, massa belum dapat melanjutkan pergerakan menuju Bundaran HI dan masih berkonsentrasi di depan UOB Plaza. Aparat tetap berjaga di sekitar barikade, sementara mahasiswa melanjutkan orasi dan meminta akses menuju titik aksi yang mereka rencanakan dibuka.

Situasi lalu lintas dan pengamanan dapat berubah mengikuti perkembangan massa di lapangan. Masyarakat yang melintasi koridor Sudirman-Thamrin disarankan tetap mengikuti arahan petugas serta mempertimbangkan perjalanan alternatif selama aksi berlangsung.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai BEM UI, demonstrasi, Mahasiswa BEM UI, dan Demo Hari Ini dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.