Demo Jakarta Hari Ini, Warga Diimbau Hindari Monas, Sudirman-Thamrin dan DPR
Demo Jakarta hari ini berpotensi memengaruhi Monas, Sudirman-Thamrin, Bundaran HI dan DPR. Dishub DKI menyiagakan 60 petugas dan rekayasa lalu lintas

Periskop.id - Masyarakat yang beraktivitas di pusat Jakarta pada Selasa (18/8/2026) diimbau mengantisipasi perubahan arus lalu lintas menyusul aksi unjuk rasa di sejumlah titik. Kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan M.H. Thamrin hingga Monas menjadi ruas utama yang disarankan untuk dihindari apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyebut rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional, menyesuaikan konsentrasi dan pergerakan massa. Sebanyak 60 petugas Dishub DKI disiagakan untuk membantu mengurai potensi kepadatan sekaligus menjaga mobilitas masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin meminta pengguna jalan mempertimbangkan waktu keberangkatan dan rute lain sebelum memasuki kawasan yang terdampak.
“Petugas kami siagakan untuk membantu pengaturan lalu lintas dan menjaga mobilitas masyarakat,” kata Budi, Selasa (18/8).
Selain koridor utama tersebut, Dishub meminta warga mewaspadai kemungkinan konsentrasi massa di Tugu Proklamasi, kantor LBH Jakarta di Jalan Diponegoro, serta kawasan depan SMPN 8 di Jalan Pegangsaan Barat. Pengaturan arus kendaraan dapat berubah sewaktu-waktu apabila jumlah massa meningkat atau terjadi pergerakan dari satu titik aksi menuju lokasi lainnya.
BEM UI Gelar Aksi di Kawasan Bundaran HI
Salah satu aksi yang berlangsung hari ini digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). Massa mengusung aksi bertajuk #MerebutKemerdekaan dengan rencana titik aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan sebelumnya juga menyampaikan permintaan maaf kepada warga Jakarta atas potensi kemacetan selama demonstrasi.
Pada Selasa siang, pergerakan massa BEM UI menuju Bundaran HI mendapat pengawalan aparat. SINDOnews melaporkan rombongan mahasiswa sempat tertahan ketika bergerak melalui kawasan Dukuh Atas menuju titik aksi. Kondisi itu membuat koridor Sudirman-Thamrin menjadi salah satu kawasan yang perlu diantisipasi pengguna jalan.

Polda Metro Jaya sebelumnya meminta aksi tidak dipusatkan di Bundaran HI dan kawasan Sudirman karena wilayah tersebut merupakan pusat kegiatan ekonomi, perhotelan, pusat perbelanjaan serta simpul berbagai moda transportasi. Polisi menyarankan penyampaian aspirasi terkait DPR dilakukan di kawasan DPR, sementara aksi yang ditujukan kepada pemerintah dapat menggunakan kawasan Silang Selatan Monas.
"Apabila tempat-tempat ini dijadikan tempat penyampaian aspirasi, akan mengganggu kegiatan masyarakat lainnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Namun, penyampaian pendapat di muka umum tetap mendapatkan pengamanan. Polda Metro Jaya menyatakan personel disiapkan untuk mengawal kegiatan agar berjalan tertib, sementara pengaturan jalan disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan.
9.242 Personel Amankan Puluhan Aksi di Jakarta
Potensi gangguan lalu lintas tidak hanya berasal dari satu demonstrasi. Polda Metro Jaya mengerahkan 9.242 personel untuk mengamankan 31 aksi unjuk rasa dan 16 kegiatan masyarakat yang berlangsung di wilayah hukumnya pada Selasa. Besarnya jumlah kegiatan membuat pengaturan lalu lintas diterapkan secara dinamis di berbagai titik.
Karena itu, masyarakat yang harus memasuki kawasan pusat kota disarankan memantau perkembangan lalu lintas sebelum berangkat. Terutama bagi pengendara yang biasanya melewati koridor Sudirman-Thamrin menuju Monas maupun sebaliknya, perubahan rute dapat terjadi apabila massa memenuhi sebagian badan jalan.
Pola serupa pernah diterapkan Dishub DKI ketika aksi mahasiswa berlangsung pada Juni 2026. Saat itu, Dishub juga meminta masyarakat menghindari Sudirman, kawasan Monas-Gambir dan titik demonstrasi lain, serta menerapkan pengaturan lalu lintas menyesuaikan perkembangan aksi.
Dishub menegaskan koordinasi dengan kepolisian dan unsur terkait terus dilakukan agar perubahan pola lalu lintas dapat direspons dengan cepat. Masyarakat juga diminta tidak memaksakan melintas apabila petugas telah melakukan pengalihan.

Transportasi Umum Bisa Jadi Alternatif
Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di pusat Jakarta, Dishub menyarankan penggunaan transportasi umum untuk mengurangi kendaraan pribadi di sekitar kawasan demonstrasi. Namun, penumpang tetap perlu mencermati informasi operasional karena pergerakan massa dapat memengaruhi akses menuju halte atau stasiun tertentu.
Koridor Sudirman-Thamrin merupakan salah satu pusat jaringan transportasi Jakarta yang dilalui MRT, TransJakarta serta terhubung dengan layanan kereta komuter di kawasan Dukuh Atas. Karena alasan tersebut, kepolisian menilai gangguan pada kawasan Bundaran HI dan Sudirman dapat berimbas lebih luas terhadap mobilitas masyarakat.
Rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional berarti tidak semua ruas langsung ditutup. Pengalihan baru dapat dilakukan apabila kondisi lapangan membutuhkan, sehingga pengguna jalan diminta mengikuti instruksi petugas daripada mengandalkan pola perjalanan normal.
Dishub DKI juga akan terus memantau pergerakan massa bersama kepolisian. Pengendara diminta berhati-hati, tidak berhenti untuk melihat aksi di badan jalan, serta mencari jalur lain apabila menemukan konsentrasi massa.
Dengan aksi berlangsung di sejumlah lokasi sejak siang, pengguna jalan terutama perlu mengantisipasi Gedung DPR/MPR RI, Sudirman-Thamrin, Bundaran HI, Monas dan sejumlah titik di Jakarta Pusat. Penyesuaian rute dan waktu perjalanan dinilai menjadi langkah paling aman untuk menghindari kepadatan selama demonstrasi berlangsung.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai BEM UI, demonstrasi, dan Demo Hari Ini dengan mengeklik tautan.






Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.