iklan periskop
Nasional

Demo Mahasiswa Berakhir Tertib, Massa Bubar dan Jalan Sudirman Kembali Normal

Demo mahasiswa di depan UOB Plaza berakhir tertib Selasa sore. Massa membubarkan diri pukul 18.10 WIB dan lalu lintas Sudirman berangsur normal

1 minggu yang lalu · 4 mnt baca
BEM UI, demo
Aksi massa dari BEM UI yang melaksanakan demonstrasi menuju Bundaran HI, Selasa (18/8). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Ratusan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan UOB Plaza, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, membubarkan diri secara mandiri pada Selasa (18/8) sekitar pukul 18.10 WIB. Aksi berakhir tertib setelah massa sebelumnya tertahan di kawasan tersebut karena akses menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI) dibatasi aparat.

Peserta aksi bersama mobil komando meninggalkan kawasan UOB secara beriringan menuju arah Semanggi. Pembubaran berlangsung tanpa instruksi dari aparat keamanan setelah mahasiswa menyelesaikan rangkaian orasi dan penyampaian aspirasi.

Petugas tetap berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali. Setelah massa dan kendaraan komando meninggalkan lokasi, kondisi Jalan Jenderal Sudirman berangsur kondusif dan arus lalu lintas mulai kembali normal.

Aksi tersebut merupakan bagian dari rangkaian penyampaian pendapat mahasiswa di Jakarta pada Selasa. Salah satu kelompok yang menginisiasi aksi adalah Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), yang sebelumnya berencana menyampaikan aspirasi di kawasan Bundaran HI.

Namun, ketika massa bergerak menuju Bundaran HI, aparat membentuk barikade di sekitar depan UOB Plaza. Mahasiswa akhirnya bertahan di titik tersebut dan melanjutkan orasi hingga sore hari.

9.242 Personel Disiagakan di Jakarta

Demonstrasi mahasiswa berlangsung bersamaan dengan puluhan kegiatan lain di Jakarta. Polda Metro Jaya mencatat terdapat 31 aksi penyampaian pendapat dan 16 kegiatan masyarakat pada Selasa. Untuk seluruh kegiatan itu, sebanyak 9.242 personel gabungan disiapkan.

Personel tersebut terdiri atas 5.670 personel Polda Metro Jaya, 222 personel polres jajaran, 1.500 personel TNI, serta 1.850 personel BKO Mabes Polri.

“Hari ini ada 31 aksi penyampaian pendapat dan 16 kegiatan masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.

Pengamanan tersebar di berbagai lokasi, termasuk kawasan pusat Jakarta yang menjadi titik konsentrasi massa. Kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional apabila terjadi kepadatan akibat pergerakan peserta demonstrasi.

"Apabila terjadi kepadatan arus, kita akan melakukan pengalihan ataupun rekayasa lalu lintas secara situasional,” ucap Budi.

Kepolisian menegaskan penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak masyarakat yang dilindungi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Pada saat yang sama, peserta aksi diminta tetap mempertimbangkan hak masyarakat lain yang bekerja, bersekolah, menjalankan aktivitas ekonomi maupun menggunakan fasilitas umum.

 

Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra (memegang mic) dalam orasinya di aksi massa BEM UI, Selasa (18/8). Periskop/Arief Rachman

 

 

21 Orang Diamankan, Polisi Sebut Bukan Mahasiswa

Di tengah rangkaian aksi, Polda Metro Jaya juga mengamankan 21 orang yang menurut kepolisian membawa sejumlah barang yang dinilai berbahaya. Mereka diamankan tim Preventive Strike dan Preemptive Education sebelum kemudian dimintai keterangan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

"Saat ini 21 orang tersebut sedang dimintai keterangan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait barang-barang berbahaya seperti petasan, flare, dan botol yang dipersiapkan sebagai pemicu bom molotov," ujar Budi.

Kepolisian menyebut barang yang ditemukan meliputi petasan, flare, serta botol yang diduga dipersiapkan sebagai bagian dari bom molotov. Hingga sore, mereka masih dalam tahap pemeriksaan sehingga proses pendalaman kepolisian belum dapat diposisikan sebagai kesimpulan hukum terhadap masing-masing orang.

Polda Metro Jaya juga menyatakan berdasarkan pendalaman awal, orang-orang yang diamankan tersebut diduga tidak terafiliasi dengan mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi. Pernyataan tersebut merupakan hasil pemeriksaan awal kepolisian dan masih berada dalam proses pendalaman.

"Mereka diindikasikan sebagai pihak luar yang berniat memanfaatkan situasi untuk memicu konflik dan bentrokan antara petugas pengamanan dan peserta aksi," katanya.

Dalam keterangan resmi lainnya, Budi mengatakan pihak yang membawa barang berbahaya atau mencoba mengganggu jalannya demonstrasi pada kasus tersebut disebut bukan bagian dari kelompok mahasiswa.

“Orang-orang yang membawa ataupun mengganggu dalam pelaksanaan aktivitas penyampaian aspirasi di muka umum biasanya tidak terafiliasi ataupun bukan merupakan bagian dari mahasiswa yang menyampaikan pendapat,” ungkapnya.

Aksi Berakhir Tanpa Pembubaran Paksa

Hingga akhir aksi, massa mahasiswa yang berada di depan UOB memilih meninggalkan lokasi secara mandiri. Tidak ada pembubaran oleh petugas terhadap mahasiswa ketika peserta aksi bergerak meninggalkan Jalan Sudirman sekitar pukul 18.10 WIB.

Berakhirnya demonstrasi membuat kondisi di sekitar UOB Plaza berangsur kembali seperti semula. Kendaraan yang sebelumnya terdampak konsentrasi massa mulai dapat melintas, sementara aparat masih bertahan untuk memantau situasi setelah mahasiswa meninggalkan lokasi.

Berakhirnya aksi tersebut menutup rangkaian demonstrasi mahasiswa di koridor Sudirman pada Selasa setelah sejak siang massa berupaya bergerak menuju Bundaran HI, bertahan di depan UOB, kemudian meninggalkan lokasi dengan tertib pada sore hari.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai BEM UI, demonstrasi, dan Badan Eksekutif Mahasiswa dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.