Gempa NTT: Dapur Umum Kemensos Layani 7.500 Bungkus Per Hari
Kemensos memperluas layanan dapur umum ke Sikka dan Manggarai usai gempa NTT, menyusul operasional serupa yang lebih dulu berjalan di Nagekeo.

Periskop.id - Kementerian Sosial memperluas layanan dapur umum bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur. Setelah sebelumnya beroperasi di Nagekeo, dapur umum kini juga hadir di Kabupaten Sikka dan Manggarai untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyebutkan operasional dapur umum terus disesuaikan dengan kondisi pengungsian di masing-masing daerah. Ia menekankan kebutuhan dasar warga terdampak, mulai dari makanan hingga perlengkapan lain, harus tetap terjaga selama masa tanggap darurat.
"Dapur umum terus kita operasikan untuk melayani masyarakat yang masih berada di pengungsian. Kebutuhan makanan harus tersedia, begitu juga tenda, pakaian, selimut dan kebutuhan kelompok rentan," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8).
Di Kabupaten Sikka, dapur umum beroperasi di GOR Samador, Desa Madawat, Kecamatan Alok. Fasilitas ini mulai berjalan sejak Minggu (16/8) dan memproduksi sekitar 4.500 bungkus makanan setiap hari untuk tiga kali waktu makan.
Sementara di Kabupaten Manggarai, dapur umum baru mulai beroperasi Senin (17/8) di Kecamatan Reok. Sebanyak 3.000 bungkus makanan disiapkan tiap hari untuk dua kali waktu makan, sehingga total produksi di dua wilayah ini mencapai 7.500 bungkus per hari.
Data sementara mencatat 1.237 orang mengungsi di Kabupaten Sikka akibat gempa. Empat orang dilaporkan meninggal dunia, delapan orang luka berat, dan enam lainnya luka ringan.
Kondisi di Manggarai jauh lebih berat. Sebanyak 13.885 jiwa tercatat mengungsi, dengan 27 orang meninggal dunia, 32 orang luka berat, dan 104 orang luka ringan. Angka tersebut masih terus dimutakhirkan seiring asesmen dan pendataan lanjutan di lapangan.
Gus Ipul menegaskan, layanan di Sikka dan Manggarai merupakan kelanjutan dari dapur umum yang lebih dulu berjalan di Kabupaten Nagekeo. Dapur umum di Desa Danga, Kecamatan Aesesa, mulai beroperasi Senin (17/8) dan kini memproduksi sekitar 2.000 bungkus makanan per hari untuk dua kali waktu makan. Dengan tambahan dua dapur umum baru, total kapasitas produksi Kemensos di tiga wilayah tersebut mencapai sekitar 9.500 bungkus makanan setiap hari.
Kemensos saat ini juga tengah menyiapkan perluasan layanan dapur umum ke wilayah terdampak lain, yakni Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ngada.
"Kapasitas dapur umum kita sesuaikan dengan jumlah masyarakat yang membutuhkan. Tim juga masih terus melakukan asesmen. Kalau di satu titik kebutuhannya bertambah, tentu pelayanan akan kita sesuaikan," tegas Gus Ipul.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Saifullah Yusuf, dan Kementerian Sosial (Kemensos) dengan mengeklik tautan.

Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.