iklan periskop
Nasional

Karhutla Kalbar Tembus 38.310 Hektare, Lampaui Total Sepanjang 2025

Karhutla Kalimantan Barat mencapai 38.310,86 hektare hingga Agustus 2026, melampaui total 2025. Ketapang menjadi wilayah terbakar terluas

9 jam yang lalu · 4 mnt baca
karhutla
Sejumlah petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan. dok. Humas Bakom RI.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat mencapai 38.310,86 hektare sejak Januari hingga Agustus 2026. Angka tersebut bahkan telah melampaui total area terbakar sepanjang 2025 yang tercatat 26.703 hektare, di tengah kabut asap yang mulai mengganggu penerbangan dan aktivitas masyarakat.

Koordinator Harian Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalimantan Barat Daniel mengatakan data tersebut merupakan hasil pembaruan luas lahan terdampak hingga Jumat (21/8).

"Untuk wilayah karhutla yang terbakar sampai hari ini dari Januari itu sudah mencapai 38.310,86 hektare," kata Daniel di Pontianak.

Empat kabupaten mencatat luasan kebakaran terbesar. Ketapang menjadi wilayah paling luas dengan 12.443 hektare, disusul Kubu Raya 8.614 hektare, Mempawah 6.144 hektare, dan Sambas 2.318 hektare.

Menurut Daniel, karakter lahan gambut di sejumlah wilayah membuat kebakaran berpotensi menghasilkan asap dalam jumlah besar sekaligus menyulitkan proses pemadaman.“Sebenarnya ada beberapa kabupaten yang kebakarannya cukup parah dan sangat signifikan dalam menyumbangkan asap, antara lain Kabupaten Ketapang seluas 12.443 hektare, Kubu Raya seluas 8.614 hektare, Mempawah seluas 6.144 hektare, kemudian ada beberapa di Sambas seluas 2.318 hektare. Karena daerah-daerah tersebut umumnya lahan gambut," bebernya.

Besarnya area terbakar tahun ini juga terlihat dari catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hingga Juni 2026 saja, luas karhutla di Kalimantan Barat telah mencapai 28.680 hektare, lebih tinggi dibandingkan 26.703 hektare sepanjang 2025.

Kondisi tersebut membuat pemerintah meningkatkan operasi pemadaman. Pada awal Agustus, BNPB menambah dua helikopter water bombing sehingga total lima helikopter disiapkan untuk membantu menjangkau titik api yang sulit ditangani melalui jalur darat. Helikopter patroli dan pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga tetap disiagakan.

Sembilan Kabupaten Tetapkan Status Siaga

BPBD Kalbar menyebut sedikitnya sembilan kabupaten telah menetapkan status siaga dalam menghadapi karhutla dan bencana asap.

“Setidak-tidaknya di Kalimantan Barat ini ada sembilan kabupaten yang sudah menetapkan status siaga,” kata Daniel.

Di tingkat provinsi, status siaga darurat bencana asap telah berlaku sejak 2 Februari dan kemudian diperpanjang hingga 15 November 2026. Ketika perpanjangan diumumkan pada akhir Juli, BPBD mencatat 200 titik panas tersebar di 12 kabupaten, dengan jumlah terbesar ketika itu berada di Kubu Raya, Ketapang, dan Kayong Utara.

Penanganan dilakukan melalui patroli darat terpadu yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Brigade Karhutla UPT KPH, perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), desa tangguh bencana, serta instansi terkait.

Pemerintah pusat juga memberikan dukungan pemadaman melalui patroli udara, water bombing, dan OMC.

"Dukungan tersebut berupa helikopter patroli untuk memantau sebaran titik panas dan titik api yang tidak terpantau melalui patroli darat, serta helikopter water bombing dan operasi modifikasi cuaca," tuturnya.

Namun, OMC tidak selalu dapat dilakukan. Pelaksanaannya bergantung pada keberadaan awan yang memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian. “Operasi modifikasi cuaca itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Itu berdasarkan perkiraan dari BMKG apakah ada potensi awan yang bisa ditaburi garam berpotensi hujan. Kalau tidak, tidak bisa juga,” jelasnya.

BNPB juga mengingatkan, pemadaman di lahan gambut memiliki tantangan berbeda karena api dapat bertahan di bawah permukaan. Pemerintah karena itu menempatkan operasi darat sebagai ujung tombak ketika kondisi atmosfer tidak mendukung pelaksanaan OMC.

El Nino Perbesar Risiko Karhutla

Ancaman karhutla tahun ini diperkuat kondisi iklim yang lebih kering. BMKG dalam analisis Dasarian I Agustus 2026 mencatat indeks Niño 3.4 mencapai +2,77, yang menunjukkan El Nino dengan intensitas sangat kuat. Sejumlah wilayah Kalimantan Barat juga masuk dalam peringatan dini kekeringan meteorologis pada Dasarian II Agustus.

BMKG sebelumnya mendeteksi 5.019 titik panas secara nasional hingga 29 Juli 2026 yang terkonsentrasi antara lain di Kalimantan Barat, Papua Selatan, dan Riau. Risiko karhutla diperkirakan tinggi pada puncak musim kemarau Agustus-September, khususnya di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Pada prakiraan awal Agustus, Stasiun Meteorologi Supadio juga meminta masyarakat mewaspadai tingginya kemudahan terjadinya karhutla di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat.

Asap Mulai Ganggu Penerbangan

Dampak kebakaran kini tidak hanya terlihat pada luas lahan yang terbakar. Kabut asap telah mengganggu transportasi udara di Kalimantan Barat.

Sebanyak 21 penerbangan pagi di Bandara Supadio mengalami keterlambatan pada periode 18-21 Agustus 2026 akibat berkurangnya jarak pandang karena asap. Pada Jumat pagi, enam penerbangan menuju Jakarta, Surabaya, dan Ketapang mengalami penundaan.

Dampak lebih berat terjadi di Bandara Singkawang. Seluruh penerbangan dari dan menuju bandara tersebut pada Jumat (21/8) dihentikan sementara karena kabut asap semakin pekat.

Kabut asap juga mulai menimbulkan kekhawatiran di sektor pendidikan. Orang tua murid di Pontianak meminta pembelajaran dialihkan sementara dari sekolah karena kondisi asap kembali menebal.

Dengan luasan karhutla yang sudah melampaui catatan sepanjang 2025 dan puncak kemarau yang masih berlangsung, BPBD Kalbar menyatakan operasi patroli, pemadaman darat dan udara, serta modifikasi cuaca akan terus dioptimalkan sesuai kondisi di lapangan.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), dan Kalimantan Barat dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.