Prabowo Salurkan Rp200 Miliar untuk Gempa NTT, Tiap Kabupaten Dapat Rp20 Miliar
Prabowo menyalurkan Rp200 miliar untuk penanganan bencana NTT. Delapan kabupaten di Flores mendapat masing-masing Rp20 miliar dan Pemprov NTT Rp40 miliar.

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto memastikan bantuan tambahan senilai total Rp200 miliar telah masuk ke kas Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan delapan kabupaten di Pulau Flores untuk mempercepat penanganan bencana.
Dari total tersebut, masing-masing kabupaten mendapat Rp20 miliar, sedangkan Pemerintah Provinsi NTT menerima Rp40 miliar. Dana itu disalurkan ketika dampak gempa magnitudo 7,7 terus meluas dan jumlah pengungsi telah mencapai lebih dari 179 ribu orang.
Kepastian penyaluran bantuan disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan pascagempa yang dipimpin Prabowo di Posko Penanganan Bencana Alam NTT, Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere, Desa Tonggurambang, Mbay, Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8/2026). "Itu bantuan yang Rp20 miliar tiap kabupaten yang terdampak sudah sampai?" kata Presiden.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto memastikan dana tersebut sudah diterima pemerintah daerah dan penggunaannya dibatasi untuk kebutuhan penanggulangan bencana.
"Sudah sampai. Kami juga sudah sampaikan ke Pak Bupati, bantuan itu tidak boleh digunakan hal yang lain kecuali untuk menangani bencana," ujar Suharyanto.
Delapan Kabupaten Dapat Rp20 Miliar
Data Kementerian Dalam Negeri menunjukkan bantuan kemasyarakatan Presiden atau tambahan Belanja Tidak Terduga (BTT) tersebut telah ditransfer pada Senin (24/8/2026).
Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp200 miliar, terdiri atas Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT serta masing-masing Rp20 miliar kepada Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebelumnya memastikan seluruh dana telah dikirim ke daerah. “Sudah ditransfer semua pagi ini tambahan BTT dari Presiden oleh Mensesneg,” ujar Tito, Senin (24/8/2026).
Dengan skema tersebut, delapan kabupaten menerima total Rp160 miliar, sementara Rp40 miliar lainnya ditempatkan di Rekening Kas Umum Daerah Provinsi NTT.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena juga mengonfirmasi dana tersebut telah diterima.
"Pak Presiden kami sudah mendapatkan bantuan. Semua kabupaten di Pulau Flores ini mendapatkan Rp20 miliar dan Provinsi Rp40 miliar," ujar Melki.
Dana tambahan itu diharapkan memberi ruang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, mulai dari makanan, air minum, tempat tinggal sementara hingga berbagai kebutuhan operasional selama masa penanganan bencana.
Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 105 Orang
Penyaluran bantuan berlangsung ketika skala dampak gempa NTT terus bertambah. Dalam rapat bersama Prabowo pada Rabu, BNPB melaporkan 105 orang meninggal dunia, 1.678 orang terluka atau sakit, dan 179.037 warga mengungsi.
“Untuk yang meninggal dunia ada 105 jiwa, luka-luka 1.678, mengungsi 179.037 orang, rumah rusak data sementaranya 81.436,” kata Suharyanto.
Data BNPB hingga Rabu pukul 09.00 WIB menunjukkan 81.436 rumah mengalami kerusakan. Sebanyak 36.958 rumah rusak ringan, 25.508 rusak berat, dan 18.970 lainnya rusak sedang.
Selain permukiman, gempa juga berdampak terhadap 118 fasilitas kesehatan, 2.756 fasilitas pendidikan, 500 kantor, serta 495 rumah ibadah.
Besarnya jumlah kerusakan tersebut membuat penanganan gempa tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Pemerintah juga harus menyiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah serta fasilitas publik dalam skala besar.
Sekretariat Negara sebelumnya menyatakan penanganan akan dilanjutkan secara bertahap hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah pusat juga telah mengirim ratusan ton sembako, makanan siap saji, air mineral, obat-obatan, tenda, selimut hingga rumah sakit lapangan sejak gempa terjadi pada 15 Agustus.
Flores Timur Ikut Dapat Bantuan karena Erupsi Lewotobi
Menariknya, bantuan Rp20 miliar juga diberikan kepada Kabupaten Flores Timur meskipun wilayah tersebut bukan termasuk daerah utama yang terdampak gempa.
Menurut Melki, bantuan tetap diberikan karena Flores Timur masih menghadapi dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, yang telah berlangsung dalam periode panjang sejak 2024.
"Karena dia juga dapat karena dia kena yang Lewatobi itu Pak Presiden. Erupsi Gunung Lewatobi sudah dua tahun dan ucapkan terima kasih khusus karena tidak termasuk tapi juga mendapatkan," ucapnya.
Pemprov NTT juga mengerahkan dukungan masyarakat dan pelaku usaha untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar. Toko dan kios di wilayah terdampak diminta menyediakan makanan, minuman, selimut, matras serta barang kebutuhan lain bagi warga, sementara biaya akan ditanggung pemerintah daerah.
"Pokoknya jangan sampai ada yang tidak bisa makan atau minum atau tidak punya selimut ataupun matras," kata Melki.
Sementara itu, pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan logistik sejak hari pertama bencana. Sekretariat Negara mencatat pada periode 15-24 Agustus 2026 bantuan yang dikirim antara lain mencapai 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji dan 10,29 ton air mineral, di luar obat-obatan dan berbagai perlengkapan darurat lainnya.
Dengan korban meninggal yang telah mencapai 105 orang serta lebih dari 81 ribu rumah rusak, tantangan berikutnya bukan hanya memastikan dana Rp200 miliar segera dibelanjakan untuk kebutuhan mendesak, tetapi juga menjaga penggunaannya tepat sasaran, transparan, dan benar-benar mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bantuan kemanusiaan, dan Gempa NTT dengan mengeklik tautan.




Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.