Nasional

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Kolom Abu Capai 1 Km; Status Tetap Siaga

Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi pada 28 Agustus 2026 dengan abu setinggi 1 km. Status tetap Level III Siaga dan warga dilarang masuk radius 5 km

4 jam yang lalu · 4 mnt baca
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Kolom Abu Capai 1 Km; Status Tetap Siaga
Ilustrasi Erupsi Gunung Lewotobi Lak-laki di Nusa Tenggara Timur, dengan kolom abu di atas puncak gunung. dok. PVBMG
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali erupsi pada Jumat (28/8/2026) pagi. Kolom abu vulkanik membubung sekitar 1.000 meter atau 1 kilometer di atas puncak, hanya sehari setelah gunung tersebut mengalami erupsi dengan kolom abu hingga 2,5 kilometer.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat erupsi terbaru terjadi pada pukul 07.35 WITA. Kolom abu teramati tebal dan bergerak ke arah barat daya serta barat.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14,8 mm dan durasi kurang lebih enam menit empat detik," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria dalam keterangannya, Jumat.

Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat maupun wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.

Status Siaga tersebut berlaku sejak Badan Geologi menaikkan tingkat aktivitas Lewotobi Laki-laki dari Level II atau Waspada menjadi Level III pada 12 Mei 2026. Kenaikan dilakukan setelah pemantauan menemukan peningkatan aktivitas kegempaan yang mengindikasikan suplai magma atau fluida magmatik dari kedalaman.

Sehari Sebelumnya Abu Mencapai 2,5 Kilometer

Erupsi Jumat bukan kejadian tunggal. Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki juga cukup intens pada Kamis (27/8). Pos Pengamatan Gunung Api mencatat tiga kali letusan pada periode pukul 06.00-12.00 WITA, dengan tinggi kolom erupsi berkisar 400 meter hingga 2.500 meter di atas puncak.

Erupsi terbesar pada Kamis terjadi pukul 08.30 WITA. Kolom abu mencapai sekitar 2.500 meter di atas puncak atau sekitar 4.084 meter di atas permukaan laut, berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke barat daya serta barat.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter dan durasi sekitar dua menit lima detik," kata Petugas Pemantau Gunung Lewotobi Laki-laki Bramantya Aji Putra Mahendra.

Erupsi tersebut juga disertai suara dentuman. Media Indonesia melaporkan endapan lava telah teramati mengarah ke barat-barat laut hingga sekitar 3,8 kilometer dari pusat erupsi, sementara laporan lokal mencatat endapan ke arah timur laut mencapai sekitar 4,3 kilometer.

Data tersebut menunjukkan aktivitas Lewotobi Laki-laki masih berfluktuasi. Tinggi kolom abu yang lebih rendah pada Jumat pagi tidak dapat langsung diartikan bahwa aktivitas gunung telah mereda, karena evaluasi status dilakukan berdasarkan gabungan pengamatan visual, kegempaan, deformasi, dan parameter vulkanik lainnya.

Radius 5 Km Harus Dikosongkan dari Aktivitas

Dengan status Level III, Badan Geologi meminta masyarakat tidak memasuki radius lima kilometer dari pusat erupsi. Rekomendasi tersebut telah berlaku sejak status dinaikkan pada Mei. Badan Geologi juga meminta warga tetap mengikuti arahan pemerintah daerah dan tidak mempercayai informasi mengenai aktivitas gunung yang tidak berasal dari sumber resmi.

Abu vulkanik menjadi salah satu risiko langsung bagi masyarakat di sekitar kawasan. Warga yang terdampak hujan abu disarankan mengenakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi paparan terhadap sistem pernapasan.

Selain itu, abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan mencemari sumber air maupun permukaan bangunan apabila terjadi dalam intensitas tinggi.

Badan Geologi juga telah mengingatkan bahwa sebaran abu Lewotobi Laki-laki dapat memengaruhi jalur penerbangan dan operasional bandara apabila arah angin membawa material ke ruang udara penerbangan.

Risiko tersebut sebelumnya sudah beberapa kali terjadi. Pada 7 Agustus 2026, Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere sempat ditutup akibat erupsi Lewotobi Laki-laki dan enam penerbangan dibatalkan.

Namun, hingga berita ini disusun, belum ada informasi resmi yang menyatakan erupsi Jumat pagi menyebabkan penutupan bandara baru. Dampak terhadap penerbangan tetap bergantung pada arah, ketinggian, dan konsentrasi sebaran abu.

Waspadai Banjir Lahar saat Hujan

Ancaman lain yang perlu diperhatikan adalah banjir lahar apabila hujan deras mengguyur kawasan gunung. Badan Geologi meminta kewaspadaan terutama pada sungai yang berhulu di Lewotobi Laki-laki. Wilayah yang disebut dalam rekomendasi meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Material hasil erupsi yang terendapkan di lereng dapat terbawa air hujan menuju sungai dan wilayah lebih rendah. Karena itu, bahaya gunung api tidak selalu berhenti ketika letusan selesai.

Badan Geologi juga meminta pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera dan PVMBG untuk memperbarui informasi berdasarkan perkembangan aktivitas gunung.

"Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan Lewotobi Laki-laki," kata Lana menegaskan.

Aktivitas Lewotobi Sudah Berulang Sepanjang 2026

Lewotobi Laki-laki merupakan salah satu gunung api paling aktif di NTT dalam beberapa tahun terakhir. Pada 12 Juni 2026 saja, Pos Pengamatan mencatat lima kali erupsi dalam enam jam, dengan tinggi kolom antara 300 hingga 1.000 meter di atas puncak.

Aktivitas pada Agustus juga berlangsung berulang. Pada 8 Agustus, gunung tersebut tercatat empat kali erupsi dalam periode enam jam, sedangkan pada 18 Agustus Lewotobi termasuk tiga gunung api Indonesia yang mengalami erupsi secara beruntun pada malam yang sama.

Rangkaian tersebut memperlihatkan alasan status Siaga masih dipertahankan meskipun tinggi letusan berubah-ubah dari satu kejadian ke kejadian berikutnya.

Dengan erupsi kembali terjadi Jumat pagi, masyarakat di sekitar Lewotobi Laki-laki diminta tetap mematuhi radius lima kilometer, menggunakan masker ketika terdampak abu, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap lahar ketika hujan deras. Perubahan status maupun zona bahaya hanya dapat ditetapkan berdasarkan evaluasi resmi Badan Geologi.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dan erupsi gunung dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.