Nasional

Sempat Memanas, GP Ansor Ambil Alih Kendali Keamanan Muktamar NU

GP Ansor mengambil alih kendali keamanan Muktamar NU setelah situasi memanas akibat protes aturan calon Ketum PBNU. Banser dan Pagar Nusa diperkuat

14 jam yang lalu · 4 mnt baca
Sempat Memanas, GP Ansor Ambil Alih Kendali Keamanan Muktamar NU
Kader GP Ansor berbaris menjaga jalannya Muktamar ke-35 NU di Ponpes Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. dok. GP Ansor
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Addin Jauharudin mengambil alih kendali koordinasi keamanan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Langkah itu dilakukan setelah situasi di sekitar arena persidangan sempat memanas menyusul protes terhadap aturan pencalonan Ketua Umum PBNU.

Addin yang juga bertindak sebagai Koordinator Keamanan Muktamar menegaskan rangkaian forum tertinggi NU tersebut harus tetap berjalan sesuai agenda hingga penutupan. Unsur Banser, Pagar Nusa, dan panitia keamanan lokal juga diperkuat di sekitar lokasi persidangan.

“Saya ambil alih, kendali keamanan dalam Muktamar. Mari jaga maruah organisasi. Di sini, di tanah yang kita injak, mengalir darah kealiman para Muassis. Jangan kotori dengan tindakan destruktif. Ayo, bersama-sama kita jaga akar kita,” ujar Addin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (30/8/2026).

Menurut Addin, perbedaan pandangan dalam muktamar tidak boleh berkembang menjadi tindakan yang menghambat persidangan maupun mengganggu peserta. Ia memastikan pengamanan akan ditingkatkan, tetapi rangkaian kegiatan tetap diarahkan berlangsung sesuai jadwal.

“Saya memastikan seluruh proses rangkaian agenda Muktamar akan berjalan sesuai dengan rencana panitia hingga nanti besok penutupan,” kata Koordinator Keamanan Muktamar Ke-35 NU tersebut.

Protes Pecah Usai Aturan Masa Jeda Politik Dipertahankan

Pengetatan pengamanan tidak muncul tanpa konteks. Pada Minggu, sejumlah massa yang mengklaim sebagai pendukung bakal calon Ketua Umum PBNU K.H. Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf bergerak menuju arena Sidang Pleno IV.

Seperti dilaporkan, aksi tersebut sempat diwarnai saling dorong dengan petugas keamanan. Persidangan berikutnya juga sempat terhenti setelah massa memasuki area sekitar ruang sidang.

Ketegangan bermula setelah forum mempertahankan ketentuan masa jeda atau idah selama satu tahun dari jabatan politik bagi calon Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Sejumlah pendukung Gus Yusuf mempersoalkan penerapan Peraturan Perkumpulan (Perkum) tersebut karena dinilai berpotensi menggugurkan hak kader untuk maju dalam pemilihan.

Simpatisan Gus Yusuf juga terlibat saling dorong dengan petugas keamanan di pintu akses persidangan. Massa menyampaikan keberatan terhadap tata tertib mengenai masa jeda politik tersebut.

Addin menegaskan aparat internal muktamar akan bertindak apabila terdapat pihak yang sengaja membuat gangguan. “Ini adalah forum tertinggi kita, forum mulia kita, forum untuk kita galang silaturahmi demi memperkuat NU di masa depan,” ujarnya.

Namun, pengamanan tidak diarahkan untuk menutup ruang penyampaian aspirasi. Dalam apel pengamanan berikutnya, Addin meminta Banser, Pagar Nusa, serta unsur panitia berada dalam satu koordinasi dan tetap mengedepankan pendekatan humanis terhadap para muktamirin.

Ketua Panitia Lokal Muktamar K.H. Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq juga meminta semua pihak menjaga etika dalam menyampaikan keberatan. “Jangan mengotori bumi Tambakberas. Jangan sampai kehilangan adab dalam menyampaikan aspirasi,” kata Gus Rozaq.

Ratusan Personel Disiapkan Sejak Awal Muktamar

Pengamanan sebenarnya telah dipersiapkan sebelum dinamika persidangan memanas. NU Online mencatat sebanyak 700 personel Pasukan Inti (PASTI) Pagar Nusa dan Banser disiagakan untuk mengawal Muktamar Ke-35 NU. Sistem pengamanan dilaksanakan selama 24 jam melalui pembagian personel berdasarkan tingkat kerawanan lokasi.

Memasuki tahapan penentuan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), unsur keamanan kemudian diperkuat dengan keterlibatan Banser, Pagar Nusa, dan SIGAP atau panitia keamanan lokal di sekitar Gedung Serba Guna Tambakberas. Personel diminta menjaga akses tanpa mengganggu proses persidangan.

“Maka jangan ada yang mengganggu sekali lagi. Biarkan para ulama, para kiai kita dari berbagai daerah merumuskan yang terbaik untuk organisasi dan warga,” kata Addin.

Ketua Umum Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen juga meminta petugas mengutamakan pendekatan persuasif selama memungkinkan. “Utamakan humanis dalam melayani siapa pun. Namun, jika tidak bisa dan ada kegaduhan, maka kita tindak tegas,” serunya.

Di sisi lain, Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya telah meminta massa pendukung Gus Yusuf menahan diri. Ia menyatakan akan berusaha mencari penyelesaian terhadap dinamika yang muncul.

“Saya mohon agar lebih tenang. Saya pribadi, berjanji akan berusaha ikut mencari jalan keluar yang bijaksana dari ini yang bisa membuat tenang semua,” kata Gus Yahya.

Gus Yahya juga menilai Gus Yusuf merupakan kader potensial NU yang tetap perlu mendapatkan ruang untuk berkontribusi dalam organisasi, terlepas dari hasil proses pemilihan kepemimpinan dalam muktamar.

Muktamar Dihadiri Struktur NU dari Dalam dan Luar Negeri

Muktamar Ke-35 NU berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Tambakberas, Jombang. Data peserta sementara yang dirilis PBNU pada awal Agustus mencatat sedikitnya 501 struktur kepengurusan, terdiri atas 31 PWNU, 456 PCNU, dan 14 PCINU. Setiap struktur yang lolos verifikasi berhak mengirim empat utusan dari unsur Syuriyah dan Tanfidziyah.

Forum tersebut menentukan sejumlah keputusan strategis organisasi, termasuk kepemimpinan PBNU periode berikutnya. Karena itu, Addin menilai keamanan bukan hanya persoalan menjaga lokasi, tetapi memastikan para kiai dan perwakilan NU dari daerah hingga luar negeri dapat mengikuti persidangan dengan nyaman.

GP Ansor menyatakan seluruh unsur keamanan akan tetap diperkuat hingga rangkaian muktamar selesai. Tantangannya adalah menjaga persidangan tetap berjalan tanpa menghilangkan ruang bagi peserta maupun kelompok yang berbeda pandangan untuk menyampaikan aspirasi secara tertib.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Nahdlatul Ulama (NU), muktamar NU, dan kericuhan dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.