banner-sheroes-yoga
Nasional

BGN Bangun Portal Pengadaan Khusus Dapur MBG

BGN siapkan portal pengadaan khusus SPPG mirip SIPLah, wajib dipakai beli tujuh bahan baku MBG demi cegah penyimpangan dan keracunan.

Kepala BGN Sudaryono
Kepala BGN Sudaryono dalam rapat koordinasi terbatas tentang refocusing penerima MBG di Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). dok. BGN.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan portal pengadaan khusus untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sistem ini dirancang mirip Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kepala BGN Sudaryono membuka opsi menggandeng perusahaan lokapasar atau marketplace untuk memasok bahan baku ke SPPG. Ia memaparkan, proses konsep portal tersebut butuh waktu tiga sampai empat pekan ke depan.

"Kami butuh waktu antara tiga sampai empat pekan untuk mengkonsep portal tersebut. Jadi, kegiatan belanja bahan baku SPPG tidak ada lagi hanky-panky," kata Sudaryono dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR, Kamis (17/9).

Seluruh SPPG nantinya wajib menggunakan portal tersebut untuk membeli tujuh bahan baku utama. Ketujuh bahan itu meliputi beras, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, daging sapi, ikan, dan susu.

Sudaryono menjelaskan, portal ini bisa mencegah SPPG membeli beras dan minyak goreng bersubsidi pemerintah. Pembelian protein lewat portal juga dinilai penting untuk mencegah insiden keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di masa depan.

Ia menguraikan, protein yang dijual dalam portal besutan BGN harus memenuhi sejumlah standar. Salah satunya standar kesegaran protein hewani, mengingat mayoritas pemasok punya standar berbeda soal kesegaran, mulai dari waktu penyembelihan hingga kondisi beku.

Selain soal protein, Sudaryono juga berencana mengerek kadar susu dalam program MBG lewat portal ini. Kadar susu yang saat ini maksimum 20% ditargetkan naik jadi minimal 80%.

Langkah tersebut, menurutnya, bisa menekan penggunaan susu bubuk impor dalam program MBG. Ia berharap kebijakan ini turut mendorong geliat peternakan sapi perah dalam negeri.

Portal pengadaan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap tata kelola bahan baku MBG, termasuk sejumlah kasus keracunan yang pernah terjadi. BGN menilai rantai pasok yang belum tertata rapi jadi salah satu akar masalahnya.

"Kami ingin peternakan sapi perah di dalam negeri bergeliat. Rantai pasok MBG menjadi tantangan yang harus kami benahi, sehingga MBG aman bagi penerima manfaat dan adil bagi pemasok pangan," kata Sudaryono.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Sudaryono, Badan Gizi Nasional (BGN), dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.