Hari Terakhir Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Sisir Darat Carita hingga Anyer
Hari ke-10 jadi batas akhir pencarian rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda. Tim SAR tetap menyisir daratan sekaligus memperluas area pencarian laut hingga Samudra Hindia.

Periskop.id - Tim SAR gabungan kembali menyisir kawasan daratan dari pesisir Carita hingga Pantai Anyer, Pandeglang, Banten, pada Kamis (17/9). Penyisiran ini berlangsung di hari ke-10 pencarian rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda, sekaligus menjadi hari terakhir operasi pencarian setelah sebelumnya diperpanjang tiga hari.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto menyebutkan, penyisiran darat dilakukan untuk memverifikasi berbagai laporan yang masuk dari masyarakat.
"Penyisiran darat tetap kami lakukan di sepanjang pesisir Carita sampai ke Pantai Anyer, termasuk untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan penemuan jenazah, yang setelah sebelumnya ditelusuri hasilnya nihil," kata Rizky Dwianto kepada wartawan di Pandeglang, Kamis (17/9).
Rizky memaparkan, pemetaan pencarian hari ke-10 difokuskan merata di 10 sektor yang telah dibagi. Seluruh area itu, menurutnya, punya probabilitas sebagai jalur pergeseran fisik kapal cepat KM Arupadatu I maupun kedelapan penumpangnya.
Tim SAR gabungan juga diarahkan terus memperbarui siaran e-broadcast bersama Vessel Traffic Services (VTS) untuk memantau lalu lintas kapal niaga yang menyeberang di Selat Sunda. Laporan e-broadcast dari kapal yang melintas belum mengonfirmasi temuan baru, namun pemantauan informasi dari pengguna jasa pelayaran tetap diprioritaskan, demikian disampaikan Rizky.
Satu unit helikopter HR-3601 milik Basarnas disiagakan di Lanud Atang Sendjaja, Bogor, Jawa Barat. Helikopter tersebut siap dikerahkan sewaktu-waktu jika dibutuhkan dalam operasi pencarian.
Delapan orang yang masih dicari terdiri atas lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita Antara, Ari Basuki fotografer Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal yang berstatus jurnalis lepas. Tiga orang lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal, serta Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu.
Peta rencana operasi Basarnas menunjukkan area pencarian rombongan jurnalis dan kru kapal cepat hari ini diperluas hingga mencapai 8.509 nautical mile (NM) persegi. Angka itu naik signifikan dibanding sehari sebelumnya yang hanya mencakup 3.439 NM persegi.
Sektor pencarian paling luas berada di Sektor C dengan cakupan 3.380 NM persegi. KRI Leuser dan KRI Dewa Kembar ditugaskan menyisir kawasan tersebut hingga memasuki perairan Samudra Hindia di sebelah barat Pulau Belimbing, menuju selatan Pulau Enggano, Bengkulu.
Rizky menegaskan, seluruh jalur komunikasi dan tindakan penyisiran, baik di darat, laut, maupun udara, terus dioptimalkan agar setiap potensi titik terang bisa segera terverifikasi.
"Ya, kita upayakan semuanya. Basarnas memastikan seluruh jalur komunikasi dan tindakan penyisiran, baik di darat, laut, maupun udara, dioptimalkan hingga seluruh potensi titik terang dapat terverifikasi," katanya.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), dan jurnalis dengan mengeklik tautan.




Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.