banner-sheroes-yoga
Makro

Ahli Komunikasi Ungkap Makna Pidato Singkat Purbaya saat Sertijab

engamat komunikasi Wahyu Wiwoho menilai gaya komunikasi Purbaya Yudhi Sadewa mencerminkan low context communication.

Purbaya Yudhi Sadewa
Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan keterangan pers usai serah terima jabatan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Periskop/Arief Rachman.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Pengamat komunikasi Wahyu Wiwoho menilai gaya komunikasi Purbaya Yudhi Sadewa saat serah terima jabatan Menteri Keuangan menunjukkan karakter low context communication, yakni gaya komunikasi yang lugas, eksplisit, dan berterus terang.

Penilaian tersebut disampaikan Wahyu setelah mencermati sambutan Purbaya dalam acara serah terima jabatan Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara di Jakarta, Selasa (15/9). Dalam kesempatan tersebut, Purbaya hanya menyampaikan sambutan singkat sekitar 30 detik dan memilih tidak membacakan teks pidato yang telah disiapkan.

Jika dihitung bersama pembukaan dan sapaan kepada para tamu kehormatan, durasi keseluruhan sambutan Purbaya mencapai sekitar 2 menit 31 detik.

Menurut Wahyu, pidato singkat tersebut justru konsisten dengan gaya komunikasi Purbaya selama ini.

"Low context communication merujuk gaya komunikasi yang dilatarbelakangi budaya yang lugas, eksplisit, dan berterus terang. Banyak terjadi di negara-negara Barat, Eropa, Amerika, hingga Inggris," kata Wahyu dalam unggahan di akun Instagram pribadinya yang telah dikonfirmasi Periskop.id. 

Sebaliknya, high context communication merupakan gaya komunikasi yang cenderung implisit, tidak langsung, dan banyak menggunakan konteks atau basa-basi. Menurut Wahyu, gaya tersebut lebih banyak ditemukan di kawasan Asia, Afrika, dan Arab.

Purbaya Pilih Tak Bacakan Teks Pidato

Dalam acara serah terima jabatan tersebut, Purbaya mengatakan momen pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan merupakan bagian penting dari proses yang harus dilanjutkan.

Ia juga menyinggung kebiasaannya selama menjabat Menteri Keuangan yang kerap menyampaikan optimisme mengenai kondisi perekonomian Indonesia. Namun, menurut Purbaya, tugas tersebut kini diserahkan kepada Suahasil.

"Bagi saya hari ini momen penting, kalau waktu itu kemarin saya datang boleh ngomong panjang untuk menciptakan optimisme sekarang saya serahkan ke Bapak Suahasil aja ke depannya," kata Purbaya.

Purbaya kemudian menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kementerian Keuangan atas kerja sama selama dirinya menjabat.

"Terima kasih semua atas kerja sama selama 1 tahun terakhir ini," tuturnya.

Sebelumnya, Purbaya sempat menyebut teks pidato yang telah disiapkan terlalu panjang. Ia kemudian memilih menyampaikan sambutan secara singkat tanpa membacakan naskah tersebut.

"'Saya pikir kepanjangan ini,' kata Purbaya merujuk pada teks pidato yang telah disiapkan," ujar Wahyu.

Gestur Purbaya Jadi Bagian dari Pesan

Wahyu menilai keputusan Purbaya untuk menyampaikan pidato secara singkat menjadi menarik karena komunikasi tidak hanya terbentuk dari kata-kata yang disampaikan.

Menurut dia, tindakan dan gestur yang menyertai pidato juga dapat memengaruhi cara publik menangkap sebuah pesan.

"Yang jelas dalam setiap komunikasi pasti selalu ada pesan pasti selalu ada pengirim dan penerimanya. Juga jangan lupa ada juga gesture atau sikap visual yang melengkapi isi pesannya," tambahnya.

Dalam konteks tersebut, Wahyu melihat adanya ruang bagi publik untuk menafsirkan sikap Purbaya. Namun, ia menekankan bahwa makna tertentu di balik keputusan Purbaya untuk mempersingkat pidato tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan durasi sambutan maupun gesturnya.

Menurut Wahyu, publik dapat mengaitkan sikap tersebut dengan berbagai isu yang berkembang, tetapi maksud sebenarnya tetap tidak dapat diketahui tanpa penjelasan langsung dari Purbaya.

"Soal isi pesan dan siapa penerima pesan? Sepertinya hanya Purbaya yang tahu sambil membuat publik menerka-nerka dan mencocok-cocokan dengan isu yang ada," tutup Wahyu.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Purbaya Yudhi Sadewa, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan sertijab dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.