banner-sheroes-yoga
Nasional

Prabowo Sebut 2 Tahun Jadi Momentum Pas Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Subianto menilai dua tahun masa kerja sudah cukup bagi menterinya membuktikan kemampuan, sekaligus buka peluang reshuffle kabinet.

prabowo subianto, gontor, buzzer, palestina
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutannya saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026. Foto oleh BPMI Setpres/Laily Rachev
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menyebut dua tahun masa kepemimpinannya menjadi momentum yang pas untuk kembali merombak Kabinet Merah Putih. Ia menilai rentang waktu tersebut sudah cukup bagi para menteri untuk membuktikan kinerja mereka.

Prabowo menjelaskan, evaluasi terhadap jajarannya sebenarnya berlangsung terus-menerus tanpa jeda. Menurutnya, tim yang bekerja bersamanya selama ini sudah menunjukkan hasil yang memuaskan.

"Saya kira itu sesuatu yang logis ya, dua tahun. Jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya, dan sebagainya," ucap Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab, Jumat (18/9).

Pencapaian swasembada pangan disebutnya sebagai salah satu bukti kinerja positif tim kabinetnya. Prabowo memaparkan, target yang semula dipatok dalam empat tahun justru rampung jauh lebih cepat.

Kementerian Pertanian di bawah Andi Amran Sulaiman berhasil merealisasikan swasembada pangan hanya dalam waktu satu tahun sejak Prabowo menjabat. Pencapaian ini yang menurutnya jadi contoh konkret kompetensi bawahannya.

Soal kemungkinan reshuffle mendatang, Prabowo menegaskan alasannya bisa bermacam-macam. Ia memastikan kapabilitas dan kesesuaian kompetensi tetap jadi pertimbangan utama di setiap pos kementerian.

"Jadi kalaupun nanti ada reshuffle, saya kira antara lain untuk promosi orang, tentunya kita organisasi ini kita selalu harus cari benar-benar the right man in the right place, kompetensi, dan kalau ada yang mungkin dia enggak cocok di tempat itu ya kita harus, tadi kita harus mampu untuk mengganti orang yang benar," ujar Prabowo.

Pergantian pos kementerian bukan hal baru dalam pemerintahan Prabowo. Sejak dilantik Oktober 2024, ia sudah enam kali melakukan reshuffle kabinet.

Reshuffle pertama terjadi pada Februari 2025, ketika kursi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) yang sebelumnya diisi Satryo Soemantri Brodjonegoro beralih ke Brian Yuliarto.

Rotasi paling anyar terjadi pada Senin, 14 September 2026, saat posisi Menteri Keuangan berpindah tangan. Purbaya Yudhi Sadewa digantikan oleh Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan mendampingi Purbaya.

"Jadi kalaupun nanti ada reshuffle, saya kira antara lain untuk promosi orang, tentunya kita organisasi ini kita selalu harus cari benar-benar the right man in the right place, kompetensi," tegas Prabowo.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, dan reshuffle dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.