Warren Buffett Mundur dari Chairman Berkshire Hathaway
Warren Buffett resmi lengser dari kursi Chairman Berkshire Hathaway dan diganti sang putra, Howard Buffett, usai lebih dari tujuh dekade membangun perusahaan tersebut.

Periskop.id - Warren Buffett resmi mundur dari kursi Chairman Berkshire Hathaway. Ia tetap berada di dewan direksi dengan status ketua emeritus, sementara posisi chairman kini diserahkan kepada putranya, Howard Buffett.
Howard Buffett sendiri bukan wajah baru di jajaran petinggi Berkshire. Ia telah menjadi anggota dewan direksi perusahaan tersebut sejak 1993, jauh sebelum akhirnya dipercaya menggantikan sang ayah di kursi chairman.
"Waktu selalu menang. Namun, ia telah bermurah hati kepada saya. Ia telah memberi saya kesempatan untuk melihat Berkshire mencapai titik di mana saya lebih yakin dari sebelumnya tentang apa yang ada di depan," tulis Buffett dalam surat kepada para pemegang saham Berkshire, dikutip dari CNN, Sabtu (19/9).
Pergantian chairman ini menjadi babak lanjutan dari proses suksesi kepemimpinan di Berkshire. Sebelumnya, Buffett sudah menyerahkan posisi Chief Executive Officer kepada Greg Abel pada awal 2026, setelah rencana pengunduran dirinya diumumkan sejak Mei 2025.
Buffett mengungkapkan, keputusan mundur ini sebagian didorong oleh kinerja Abel yang dinilai melampaui ekspektasinya selama menjabat CEO. Selain itu, faktor usia turut menjadi alasan utama di balik langkah tersebut.
Dalam surat yang sama, Buffett bahkan menyinggung cicitnya yang baru berusia satu tahun. Menurutnya, sang cicit kini sudah bisa bergerak lebih cepat ketimbang dirinya belakangan ini.
Kabar pengunduran diri ini rupanya tak banyak mengguncang pasar. Saham Berkshire kelas A (BRK.A) tercatat relatif stabil pasca pengumuman tersebut.
Ketenangan pasar itu sejalan dengan pujian yang dilontarkan Abel terhadap sosok pendahulunya. "Pengaruh Warren terhadap Berkshire dan para pemiliknya tidak tertandingi dalam sejarah bisnis Amerika," puji Abel dalam sebuah pernyataan.
Nama Buffett memang identik dengan Berkshire Hathaway. Ia membesarkan perusahaan itu menjadi salah satu bank investasi paling berharga di dunia lewat penerapan teori value investing, yang membuat kinerja operasionalnya konsisten melampaui pasar secara keseluruhan.
Perjalanan Buffett di dunia investasi dimulai pada 1951 sebagai tenaga penjual di Buffett, Falk & Co., perusahaan investasi milik ayahnya. Setelah sempat menjadi analis sekuritas di Graham-Newman Corp di New York, ia kembali ke Omaha dan mendirikan perusahaan investasinya sendiri pada 1956.
Pada 1962, Buffett mulai membeli saham Berkshire Hathaway yang kala itu masih berupa produsen tekstil yang tengah kesulitan di New Bedford, Massachusetts. Ia memperoleh saham pengendali perusahaan tersebut pada 1965, lalu membubarkan perusahaan investasinya empat tahun kemudian dan menjadikan Berkshire sebagai wahana investasi utamanya.
Di bawah kepemimpinan Buffett, Berkshire tumbuh menjadi konglomerasi terdiversifikasi yang menaungi perusahaan asuransi GEICO, operator kereta api barang Burlington Northern Santa Fe, produsen pakaian Fruit of the Loom, hingga jaringan toko es krim Dairy Queen. Nilai pasar Berkshire pun tumbuh rata-rata 19% per tahun, jauh melampaui kinerja pasar secara keseluruhan.
Berkat pencapaian itu, Buffett yang dijuluki "Oracle of Omaha" tercatat sebagai orang terkaya ke-10 di dunia sekaligus salah satu filantropis paling dermawan. Kekayaan bersihnya mencapai US$145 miliar atau setara Rp2.574,91 triliun dengan asumsi kurs Rp17.785 per US$.
"Pengaruh Warren terhadap Berkshire dan para pemiliknya tidak tertandingi dalam sejarah bisnis Amerika," pungkas Abel.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Warren Buffett, dan Berkshire Hathaway dengan mengeklik tautan.


Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.