Periskop.id – PT Honda Prospect Motor (HPM) resmi memasarkan Honda Super-One di Indonesia dengan harga Rp438 juta. Mobil listrik kompak bergaya sporty tersebut hanya tersedia sebanyak 100 unit untuk konsumen Indonesia sepanjang 2026.

Harga resmi Super-One diumumkan dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (5/8). Honda menempatkan kendaraan ini sebagai mobil listrik berkarakter unik yang menonjolkan sensasi berkendara, bukan sekadar bersaing melalui harga murah.

Sales and Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy menilai, harga tersebut dapat diterima oleh konsumen yang mencari mobil listrik dengan karakter berbeda.

“Kami juga sejak awal memosisikan Super-One bukan berkompetisi dengan harga, harga Rp438 juta ini menurut kami sangat bisa diterima dengan konsumen Indonesia yang ingin memiliki mobil EV berbeda,” kata Yusak Billy di ICE BSD, Tangerang, Rabu.

Dengan pasokan hanya 100 unit, Super-One akan menjadi salah satu model listrik Honda dengan jumlah paling terbatas di pasar Indonesia. Strategi ini juga menunjukkan bahwa Honda tidak mengejar penjualan massal pada tahap awal, melainkan membidik konsumen yang menginginkan mobil kompak, ekspresif, dan menyenangkan untuk dikendarai.

Jarak tempuh mencapai 274 kilometer

Honda Super-One dikembangkan menggunakan platform N-Series yang telah dimodifikasi. Mobil tersebut dibekali baterai berkapasitas 29,6 kWh dengan jarak tempuh hingga 274 kilometer dalam satu kali pengisian daya.

Honda Global mencatat Super-One dapat diisi menggunakan pengisi daya reguler selama sekitar 4,5 jam. Dengan pengisian cepat berdaya lebih dari 50 kW, baterainya dapat mencapai kapasitas 80% dalam waktu sekitar 30 menit, bergantung pada kondisi lingkungan dan temperatur baterai.

Mobil ini menawarkan lima pilihan mode berkendara, yakni Econ, City, Normal, Sport, dan Boost. Pada mode Normal, motor listrik menghasilkan daya maksimum 47 kW. Tenaganya meningkat menjadi 70 kW atau sekitar 93 tenaga kuda ketika mode Boost diaktifkan.

Mode City turut menghadirkan fitur Single Pedal Control. Teknologi tersebut memungkinkan pengemudi mempercepat, memperlambat, hingga menghentikan kendaraan dengan mengatur tekanan pada pedal akselerator, meski pengemudi tetap harus menggunakan pedal rem apabila diperlukan.

Dibuat menyerupai sensasi mobil bermesin bensin

Salah satu daya tarik Super-One terdapat pada simulasi transmisi tujuh percepatan yang dipadukan dengan Active Sound Control. Sistem tersebut menghasilkan sensasi perpindahan gigi dan suara mesin virtual berdasarkan tekanan pengemudi pada pedal akselerator.

Ketika mode Boost digunakan, warna pencahayaan panel instrumen juga berubah dari biru menjadi ungu. Kombinasi suara, visual, dan simulasi perpindahan gigi dirancang agar pengemudi tetap merasakan karakter mobil sport meskipun kendaraan sepenuhnya digerakkan tenaga listrik.

Karakter tersebut mengambil inspirasi dari Honda City Turbo II, mobil kompak berperforma tinggi yang diperkenalkan pada dekade 1980-an. Pengaruhnya terlihat melalui posisi bodi yang lebar, blister fender, ban berukuran besar, dan bentuk eksterior yang dibuat lebih agresif.

Honda juga menyebut desain Super-One terinspirasi dari budaya anak muda Harajuku di Jepang. Nuansa tersebut diterapkan melalui pilihan warna yang berani, desain kabin playful, serta tampilan mobil yang berbeda dari kendaraan listrik kompak pada umumnya.

Meski berukuran ringkas, Honda mengklaim ruang kabinnya tetap lapang. Mobil berbobot sekitar 1.090 kilogram itu menggunakan jarak pijak roda yang diperlebar untuk meningkatkan kestabilan ketika menikung maupun melaju pada kecepatan tinggi.

Dilengkapi Honda Sensing dan enam airbag

Untuk aspek keselamatan, Super-One dilengkapi Honda Sensing yang mencakup Collision Mitigation Braking System, Adaptive Cruise Control dengan Low-Speed Follow, Road Departure Mitigation, Lane Keeping Assist System, dan Auto High Beam.

Honda turut menyematkan enam airbag serta struktur bodi G-CON dan Advanced Compatibility Engineering sebagai perlindungan standar. Namun, seluruh fitur bantuan berkendara tetap memiliki keterbatasan sehingga tidak menggantikan perhatian dan kendali pengemudi.

Di Jepang, Super-One dipasarkan dengan harga resmi 3.390.200 yen termasuk pajak konsumsi 10%. Harga tersebut belum mencakup biaya registrasi, asuransi, serta biaya tambahan lain yang berlaku di negara tersebut.

Peluncuran Super-One berlangsung ketika pasar kendaraan listrik Indonesia terus tumbuh. Data Kementerian Perindustrian yang mengacu pada Gaikindo menunjukkan penjualan mobil listrik berbasis baterai mencapai 33.150 unit pada kuartal I 2026, meningkat 95,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut diikuti persaingan harga yang semakin ketat, terutama setelah sejumlah produsen menghadirkan mobil listrik kompak dengan harga lebih terjangkau. Honda memilih jalur berbeda melalui Super-One dengan menawarkan performa, eksklusivitas, dan sensasi berkendara sebagai nilai jual utama.