banner-sheroes-yoga
Internasional

PBB Akui Target Akhiri Kelaparan Global 2030 Tak Tercapai

Kepala Kantor Penghubung FAO untuk Rusia menyebut target PBB menghapus kelaparan dunia pada 2030 mustahil tercapai dengan laju perkembangan saat ini.

MBG, Makan Bergizi Gratis, MBG Sekolah Dasar
Siswa mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) di SDN Pejaten Barat 1 Pagi, Jakarta, Jumat (10/3/2025). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) memastikan target Majelis Umum PBB untuk mengakhiri kelaparan global pada 2030 tidak akan tercapai. Proyeksi terbaru menunjukkan sekitar 512 juta orang di seluruh dunia masih akan mengalami kelaparan pada tahun tersebut.

Kepala Kantor Penghubung FAO untuk Rusia Oleg Kobyakov mengungkapkan hal itu kepada RIA Novosti. Ia menilai laju perkembangan saat ini membuat target penghapusan kelaparan dunia mustahil terwujud sesuai jadwal.

"Jika kita ingat kembali bahwa umat manusia, melalui keputusan Majelis Umum PBB, telah menetapkan tugas untuk menghapuskan fenomena kelaparan di dunia pada 2030, jelas bahwa saat ini tugas ini tidak dapat dilaksanakan. Setidaknya, dengan laju perkembangan saat ini, target tersebut mustahil tercapai," kata Kobyakov dalam wawancara dengan RIA Novosti di Moskow, Sabtu.

Kobyakov menjelaskan, sejumlah kemajuan sebenarnya sudah dicapai dalam beberapa tahun terakhir. Skala kelaparan global disebutnya mengalami penurunan, meski belum cukup signifikan untuk mengejar target 2030.

Meski begitu, jika tren perlambatan penurunan angka kelaparan ini terus berlanjut, target nol kelaparan yang dicanangkan PBB bakal jauh dari kata tercapai.

Proyeksi 512 juta orang kelaparan pada 2030 itu, menurut Kobyakov, bahkan belum memperhitungkan dampak konflik di kawasan Timur Tengah.

Artinya, angka riil kelaparan global pada 2030 berpotensi lebih tinggi dari proyeksi tersebut jika eskalasi konflik di kawasan itu terus berlangsung dan mengganggu rantai pasok pangan.

Target mengakhiri kelaparan pada 2030 sendiri merupakan bagian dari komitmen global yang ditetapkan melalui keputusan Majelis Umum PBB beberapa tahun lalu. Target ini menjadi salah satu tolok ukur utama dalam agenda pembangunan berkelanjutan dunia.

FAO sebagai badan PBB yang menangani isu pangan dan pertanian secara rutin memantau perkembangan capaian target tersebut lewat data dan laporan berkala dari berbagai negara.

"Setidaknya, dengan laju perkembangan saat ini, target tersebut mustahil tercapai," tegas Kobyakov.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.