iklan periskop
Saham

BEI Bakal Tambah Kolom Afiliasi Data Kepemilikan Saham 1%

BEI akan menambahkan kolom status afiliasi pada data kepemilikan saham di atas 1% agar publik lebih mudah membaca struktur kepemilikan emiten.

4 jam yang lalu · 2 mnt baca
BEI Bakal Tambah Kolom Afiliasi Data Kepemilikan Saham 1%
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (19/5/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menambahkan kolom informasi status afiliasi pada data kepemilikan saham di atas 1%. Langkah ini bertujuan memperkuat transparansi dan mempermudah investor mencermati struktur kepemilikan emiten.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan, publikasi data kepemilikan saham di atas 1% pada tahap awal baru mencantumkan nama pemegang saham. Ia menyebut bursa akan menambah informasi mengenai tipe investor yang menggenggam saham tersebut.

"Ke depan, kami akan tambahkan lagi satu kolom yang memberikan informasi apakah pemegang saham di atas 1% ini terafiliasi atau tidak terafiliasi," ujar Jeffrey dalam konferensi pers bertajuk Transformasi Berkelanjutan untuk Pasar Modal Tepercaya dan Tangguh di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (10/8).

Menurut Jeffrey, penambahan informasi tersebut diharapkan membuat publik lebih mudah memahami data kepemilikan saham. Bursa, kata dia, akan terus mengembangkan informasi yang tersedia untuk meningkatkan kualitas layanan kepada investor.

"Sehingga publik akan lebih mudah menggunakan data tersebut. Demikian juga dengan informasi lainnya," kata Jeffrey.

Jeffrey menegaskan, berbagai langkah tersebut tidak semata dilakukan karena peringatan yang disampaikan lembaga pengelola indeks global. Ia menyebut bursa sedang menyiapkan fondasi pasar modal untuk menghadapi kebutuhan masa depan, sejalan dengan target pengembangan bursa hingga 2030.

Sebelumnya, bursa telah membuka data kepemilikan saham di atas 1%, yang sebelumnya hanya mencakup kepemilikan di atas 5%. Pembukaan data itu menjadi bagian dari delapan program reformasi integritas pasar modal Indonesia yang digencarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama self regulatory organization (SRO).

Jeffrey juga memaparkan sederet target ambisius bursa untuk periode 2026-2030. Pada 2030, BEI menargetkan kapitalisasi pasar mencapai sedikitnya Rp30.000 triliun, dengan nilai transaksi harian rata-rata Rp31 triliun.

Bursa juga menargetkan jumlah perusahaan tercatat melampaui 1.100 perusahaan dan jumlah investor pasar modal menembus lebih dari 35 juta orang. Dengan target kapitalisasi tersebut, BEI berharap nilainya setara lebih dari 83% produk domestik bruto (PDB) nasional.

Data perdagangan bursa secara intraday pukul 11.45 WIB pada hari yang sama mencatat volume transaksi 27,73 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp10,44 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 1,6 juta transaksi dan kapitalisasi pasar mencapai Rp11.204 triliun, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,28% ke level 6.391.

"Ini adalah resolusi kami untuk mengantisipasi masa depan. Kami sudah mencanangkan apa yang harus dicapai oleh Bursa Efek Indonesia di tahun 2030," ujar Jeffrey.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Jeffrey Hendrik, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Otoritas Jasa Keuangan / OJK dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.