Iklan
Pasar Modal

IHSG Rawan Terkoreksi, Saham-saham Ini Bisa DIlirik

IHSG berpotensi terkoreksi usai menguat 1,56% sehari sebelumnya. Analis MNC Sekuritas dan Phintraco Sekuritas kompak beri rekomendasi saham DSSA, BBCA, EMAS, dan ICBP.

ftse russel, ihsg, bei
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2026). Periskop/Arief Rachman.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi pada perdagangan Kamis (24/9), setelah menguat 1,56% ke level 6.374 sehari sebelumnya. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebutkan penguatan itu membawa IHSG kembali bertahan di atas MA60.

Herditya menjelaskan, posisi IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada bagian wave a dari wave (x). Ia memproyeksikan indeks bakal menguji dulu kisaran 6.208-6.258 sebelum melanjutkan penguatan.

"Area penguatan IHSG terdekat selanjutnya berada di 6.387-6.418," tulis Herditya dalam risetnya, Kamis (24/9).

MNC Sekuritas menargetkan area support IHSG di kisaran 6.267-6.108, sementara level resistance diproyeksikan pada rentang 6.440-6.535. Support merupakan area harga yang diyakini jadi titik terendah pada satu waktu, di mana harga saham umumnya kembali naik karena daya beli meningkat.

Sebaliknya, resistance adalah level harga yang dinilai sebagai titik tertinggi. Begitu level ini tersentuh, biasanya muncul aksi jual besar yang menahan laju kenaikan harga.

Berdasarkan analisis tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan trading buy untuk saham PT Indika Energy Tbk (INDY) di kisaran Rp2.720-Rp2.800, dengan target harga Rp2.910-Rp2.990 dan stoploss di bawah Rp2.660. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) juga direkomendasikan beli pada kelemahan di area Rp7.500-Rp7.675, dengan target Rp7.950-Rp8.350 dan stoploss di bawah Rp7.400.

Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas melihat IHSG masih bergerak di bawah MA5, sementara Stochastic RSI sudah memasuki area oversold. Kondisi ini membuat indeks berpotensi bergerak dalam rentang 6.300-6.400, dan bila level 6.300 tertembus, IHSG diperkirakan kembali menguji 6.200-6.270.

Sentimen turut datang dari kebijakan moneter. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Rabu (23/9) memutuskan mempertahankan BI Rate di level 5,75%, sesuai perkiraan pasar. Fasilitas simpanan dan pinjaman suku bunga masing-masing tetap di 4,75% dan 6,5%.

Phintraco menilai BI tetap fokus menjaga stabilitas rupiah yang cenderung bergerak stabil, sembari memastikan inflasi terkendali dalam sasaran dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Pertumbuhan kredit di Indonesia tercatat 13,36% secara tahunan pada Agustus 2026, melambat tipis dari 13,58% pada Juli 2026. Meski melambat, angka tersebut masih menjadi yang terkuat sejak Agustus 2014, didukung optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) BI yang nilainya mencapai Rp461,2 triliun pada awal September 2026.

Sejalan dengan kondisi tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham, yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

"Sebelumnya Bank Indonesia telah menaikkan BI Rate sebesar total 100 bps selama bulan Mei dan Juni hingga mencapai level tertinggi sejak April 2025, sebagai upaya menarik aliran masuk modal asing dan memperkuat nilai tukar rupiah," tulis Phintraco Sekuritas.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai IHSG Hari Ini, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.