Iklan
Pasar Modal

Arya Bakrie Borong 750.500 Saham BRMS Rp665 per Lembar

Direktur BRMS Arya Bakrie kembali menambah kepemilikan saham perusahaan senilai ratusan juta rupiah, menyusul langkah serupa tiga direksi lain dalam dua tahun terakhir.

Arya Bakrie Borong 750.500 Saham BRMS Rp665 per Lembar
Kegiatan pertambangan batu bara yang dikelola PT Bumi Resources Tbk. ANTARA/HO-BUMI
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Adika Aryasthanan Bakrie menambah kepemilikan sahamnya di emiten tambang tersebut. Ia membeli 750.500 saham BRMS pada Selasa (22/9/2026) di harga Rp665 per lembar.

Transaksi tersebut membuat Arya Bakrie, sapaan akrabnya, menggelontorkan dana sebesar Rp499,08 juta. Informasi pembelian ini terungkap lewat laporan keterbukaan informasi yang dirilis manajemen BRMS pada Rabu (23/9).

Aksi borong saham oleh Arya Bakrie bukan yang pertama. Ia tercatat menjadi satu dari empat direksi perseroan yang aktif mengakumulasi saham internal perusahaan dalam rentang waktu 24 bulan terakhir.

Total pembelian saham oleh keempat petinggi BRMS itu, menurut laporan keterbukaan informasi perseroan, telah menembus angka lebih dari 5,2 juta saham.

Selain Arya, tiga direksi lain yang turut memborong saham BRMS sepanjang periode dua tahun tersebut yaitu Adrian Wicaksono, Charles Daniel Gobel, dan Herwin Wahyu Hidayat.

Manajemen BRMS menegaskan, langkah pembelian saham secara berkelanjutan oleh jajaran direksi ini menjadi bukti optimisme mereka terhadap arah pertumbuhan bisnis perseroan ke depan.

Di luar aktivitas transaksi saham para petingginya, perseroan juga membagikan kabar terbaru soal proyek tambang emas bawah tanah di Palu, Sulawesi Tengah.

Perseroan menyebutkan, pengerjaan fisik proyek tersebut berjalan seiring perluasan kapasitas fasilitas pemrosesan emas di Palu. Kapasitas fasilitas itu melonjak dari semula 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari.

Manajemen BRMS membidik operasi penambangan bijih berkadar emas tinggi dari situs tambang bawah tanah tersebut bisa resmi bergulir pada pertengahan 2027.

Bijih yang disasar dari lokasi tambang itu diproyeksikan memiliki kandungan emas cukup pekat, berkisar antara 3,5 gram hingga 4,9 gram per ton.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.