iklan periskop
Perbankan

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL, Siap Perkuat Pembiayaan UMKM dan Sektor Produktif

BRI menyambut penempatan dana SAL pemerintah untuk memperkuat likuiditas dan mendorong pembiayaan UMKM serta sektor produktif.

1 bulan yang lalu · 2 mnt baca
BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL, Siap Perkuat Pembiayaan UMKM dan Sektor Produktif
Gedung BRI. Foto: BRI.dok
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyambut positif rencana pemerintah melalui Kementerian Keuangan untuk kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank-bank Himbara. Kebijakan ini dinilai memperkuat likuiditas sekaligus menjaga fungsi intermediasi perbankan.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengapresiasi kepercayaan tersebut dan menilai sinergi pemerintah dan perbankan penting bagi stabilitas sistem keuangan serta pertumbuhan ekonomi.

"Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada BRI melalui penempatan dana SAL. Kebijakan ini menjadi langkah positif untuk memperkuat likuiditas perbankan sehingga kapasitas intermediasi dalam mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak perekonomian nasional," ujar Hery dalam keterangan resmi, Senin (29/6).

Ia menegaskan tambahan likuiditas akan disalurkan secara selektif dengan prinsip kehati-hatian, terutama ke sektor produktif dan UMKM.

Hingga Maret 2026, pembiayaan BRI tercatat Rp1.358 triliun, mayoritas ke UMKM dan sektor riil. Ke depan, penyaluran kredit akan difokuskan pada sektor yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas.

"Kami akan memastikan setiap penyaluran pembiayaan dilakukan secara terukur agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian. Fokus BRI ialah pada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing ekonomi nasional," imbuh Hery.

Selain itu, BRI juga akan memperkuat penghimpunan dana murah (CASA) melalui pengembangan ekosistem digital. Sebagai informasi, pemerintah berencana menempatkan dana SAL sekitar Rp400 triliun ke lima bank BUMN, yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, dan BSI, guna menjaga likuiditas perbankan.

“Dengan fundamental yang kuat serta fokus pada UMKM, BRI optimistis dapat terus berkontribusi sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia,” tutup Hery Gunardi.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Saldo Anggaran Lebih (SAL), PT Bank Rakyat Indoenesia (Persero) Tbk (BBRI), perbankan, dan UMKM dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.